Mandalika Ngebut! 47 Extra Flight Diajukan untuk MotoGP 2026
- Penerbangan tambahan itu disiapkan pada periode 8-12 Oktober 2026, mengapit jadwal resmi MotoGP Indonesia yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.
- Penguatan akses tak berhenti di udara. Dishub NTB juga menaikkan jumlah shuttle bus dari 35 unit pada MotoGP 2025 menjadi 42 unit pada 2026, dengan potensi kapasitas mencapai sekitar 3.500 kursi.
NUSA TENGGARA BARAT — Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika bakal mendapat tambahan dukungan dari sektor transportasi udara.
Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sedikitnya 47 penerbangan tambahan atau extra flight telah diajukan sejumlah maskapai untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas penonton dan peserta.
Penerbangan tambahan itu disiapkan pada periode 8-12 Oktober 2026, mengapit jadwal resmi MotoGP Indonesia yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.
Kepala Bidang Angkutan Jalan/Darat Dishub NTB, Khaerus Sobri, memastikan tambahan penerbangan tersebut merupakan akumulasi pengajuan dari maskapai yang melayani Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
“Totalnya ada 47 extra flight. Itu berlaku dari tanggal 8 sampai 12 Oktober,” kata Sobri.
Angka tersebut menunjukkan maskapai mulai meningkatkan kapasitas menjelang salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia.
Dari pendataan sementara Dishub NTB, Citilink menjadi maskapai dengan pengajuan terbanyak, yakni 18 penerbangan tambahan.
Sementara itu, TransNusa dan Pelita Air masing-masing 10 penerbangan, sedangkan Garuda Indonesia menyiapkan sembilan penerbangan. Jika dijumlahkan, keempat maskapai tersebut menyumbang total 47 extra flight yang telah masuk dalam pendataan Dishub NTB.
Jumlah itu bahkan masih berpotensi bertambah. Dishub NTB menegaskan data 47 penerbangan tersebut masih sementara karena laporan dari maskapai lain belum seluruhnya diterima.
Sebelumnya, Pemprov NTB menyebut ada tujuh maskapai domestik dan internasional yang mengajukan tambahan penerbangan menuju Lombok, termasuk rencana penguatan akses dari Singapura dan Kuala Lumpur.
Artinya, konektivitas menuju Mandalika masih sangat mungkin semakin padat menjelang hari balapan.
Penguatan akses tidak berhenti di udara. Dishub NTB juga menaikkan jumlah shuttle bus dari 35 unit pada MotoGP 2025 menjadi 42 unit pada 2026, dengan potensi kapasitas mencapai sekitar 3.500 kursi.
Titik keberangkatannya diperluas dari sebelumnya hanya BIZAM dan Eks Bandara Selaparang menjadi turut mencakup Bangsal, Senggigi, dan Pelabuhan Lembar.
Penyeberangan malam dari Bangsal menuju Gili Trawangan juga disiapkan untuk mengakomodasi wisatawan yang menginap di kawasan tersebut.
Dari sisi penerbangan reguler, kesiapan tahun ini juga lebih besar. ITDC sebelumnya mencatat terdapat 245 penerbangan pada periode 9-11 Oktober 2026, meningkat sekitar 24 persen dibanding periode pembanding MotoGP 2025 yang mencatat 197 penerbangan.
Menariknya, angka 245 tersebut bahkan belum memasukkan potensi extra flight maupun penerbangan charter, sehingga tambahan kapasitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam memperlancar arus wisatawan menuju Lombok.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan permintaan dapat bergerak lebih tinggi. Dalam rapat finalisasi pada 17 September, InJourney disebut mencatat 66 permintaan extra flight menuju BIZAM dari penerbangan domestik maupun internasional.
Angka tersebut lebih luas dibanding 47 penerbangan yang sudah dirinci Dishub NTB dari empat maskapai dan disebut masih sebagai data sementara.
“Alhamdulillah kesimpulan secara umum bahwa NTB sudah siap sebagai tuan rumah.” ungkap Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Tambahan penerbangan menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Semakin banyak pilihan penerbangan berarti akses penonton menuju Lombok berpotensi lebih mudah, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi hotel, transportasi lokal, kuliner, UMKM, hingga destinasi wisata di NTB mendapatkan dampak ekonomi dari gelaran tersebut.
Dengan konektivitas yang terus diperkuat dan kapasitas transportasi yang bertambah, Mandalika bukan cuma bersiap menyambut balapan kelas dunia, tetapi juga semakin serius mengukuhkan Lombok sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan Indonesia.
Sumber: ANTARA, ITDC
( fan / fan )
Komentar (0)