Sekolah Terdampak Erupsi Terapkan PJJ, BGN Hentikan Sementara MBG
- BGN menghentikan sementara distribusi MBG bagi siswa di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menerapkan PJJ.
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program tetap aman dan sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan perubahan mekanisme distribusi MBG dilakukan karena siswa tidak lagi mengikuti pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Dia menegaskan keselamatan peserta didik dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan operasional program.
Penerapan PJJ di wilayah terdampak erupsi mulai berlaku pada 7 September 2026 dengan durasi berbeda sesuai kondisi daerah masing-masing. Sejalan dengan kebijakan tersebut, distribusi MBG kepada penerima manfaat di satuan pendidikan dihentikan sementara selama kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap muka.
"Keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional MBG. Ketika proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh, mekanisme pemberian MBG di sekolah juga perlu disesuaikan agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran, aman, dan selaras dengan kebijakan penanganan kondisi darurat," ujar Khairul dilansir Antara.
Kebijakan PJJ tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembelajaran dalam Situasi Darurat. Regulasi itu menjadi salah satu dasar untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap memperhatikan keselamatan dan kesiapsiagaan ketika satuan pendidikan berada dalam situasi bencana.
Di Lampung, pembelajaran jarak jauh diberlakukan selama dua hari, yakni 7-8 September 2026. Sementara itu, Banten menerapkan PJJ selama tiga hari, 7-9 September 2026.
Untuk wilayah DKI Jakarta, PJJ dimulai pada 7 September 2026 dengan jangka waktu yang belum ditentukan. Pelaksanaannya akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi dan kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah.
Dia menegaskan penghentian sementara distribusi MBG di satuan pendidikan tidak berarti program tersebut dihentikan. Kebijakan itu merupakan penyesuaian operasional akibat perubahan pola pembelajaran selama kondisi darurat.
"Penyesuaian ini bersifat sementara dan mengikuti dinamika kondisi di masing-masing wilayah. BGN akan terus memantau perkembangan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar operasional MBG dapat kembali disesuaikan ketika kondisi memungkinkan," katanya.
BGN terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi di wilayah terdampak erupsi. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah operasional berikutnya, termasuk kesiapan sekolah dan penyelenggara MBG ketika pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.
Keselamatan Jadi Prioritas
Dalam pelaksanaan MBG, BGN menempatkan keselamatan penerima manfaat sebagai bagian penting dari penyelenggaraan program. Setiap perubahan operasional mempertimbangkan kondisi lapangan, kebijakan pemerintah daerah, kesiapan satuan pendidikan, serta kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Operasional MBG di wilayah terdampak akan kembali disesuaikan dengan perkembangan situasi kebencanaan dan kebijakan pembelajaran di setiap daerah. BGN memastikan keberlanjutan program tetap menjadi perhatian selama pelaksanaannya memenuhi aspek keamanan dan kebutuhan penerima manfaat.
"BGN berkomitmen menjaga keberlanjutan Program MBG dengan memastikan pelaksanaannya tetap aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat," ujarnya.
( sir / sir )
Komentar (0)