Perintah Prabowo: BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026
- Pada April 2026, Kementerian ESDM secara resmi menyatakan keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo.
- Untuk konsumen, harga Pertalite pada September 2026 masih tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi atau Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
JAKARTA — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga penghujung 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan keputusan tersebut merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah menahan harga energi bersubsidi di tengah gejolak harga minyak dunia.
“Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Sudah, itu deal. Itu perintah Pak Presiden Prabowo,” kata Bahlil.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab isu mengenai potensi kenaikan harga BBM yang belakangan ramai dibicarakan.
Komitmen mempertahankan harga BBM subsidi sebenarnya telah berulang kali disampaikan pemerintah sepanjang tahun ini.
Pada April 2026, Kementerian ESDM secara resmi menyatakan keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo.
Saat itu pemerintah juga menyebut pasokan bensin, Solar, dan LPG berada di atas standar minimum sehingga kondisi stok dinilai aman. Bahkan, menurut dia, komitmen menahan harga BBM subsidi tetap berlaku meski harga minyak dunia mengalami kenaikan.
“Sampai dengan sekarang, alhamdulillah sudah komitmen harga subsidi sampai 31 Desember, berapapun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan,” ujar Bahlil.
Kebijakan tersebut dijalankan di tengah tekanan harga minyak global. Bahlil pada pertengahan September menyebut harga minyak dunia saat itu telah berada di sekitar US$106 per barel, sedangkan rata-rata harga sepanjang Januari–September 2026 berada di kisaran US$85–90 per barel.
Angka tersebut berada di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang disebut sebesar US$70 per barel. Pemerintah menyatakan mempertahankan harga BBM subsidi ditujukan antara lain untuk menjaga daya beli masyarakat.
Untuk konsumen, harga Pertalite pada September 2026 masih tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi atau Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Harga kedua produk bersubsidi tersebut tidak berubah ketika beberapa jenis BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian harga pada awal September.
Namun, jaminan pemerintah tersebut secara spesifik berlaku untuk BBM bersubsidi. Harga BBM nonsubsidi tetap dapat bergerak mengikuti mekanisme dan formula harga yang mempertimbangkan antara lain harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta kondisi pasar.
Bahlil sebelumnya juga menjelaskan bahwa menahan seluruh harga BBM nonsubsidi ketika sebagian kebutuhan masih berasal dari impor dapat memberikan tambahan tekanan terhadap fiskal negara.
Dengan penegasan terbaru pada 22 September, pemerintah mempertahankan garis kebijakan bahwa harga BBM subsidi tidak naik setidaknya hingga 31 Desember 2026.
Kebijakan ini membuat Pertalite dan Solar subsidi tetap terlindungi dari penyesuaian harga hingga akhir tahun berdasarkan komitmen pemerintah saat ini, meskipun perkembangan harga minyak dunia dan kebutuhan anggaran subsidi masih akan menjadi faktor penting dalam pengelolaan energi nasional.
Sumber: Kementerian ESDM RI, ANTARA
( fan / fan )
Komentar (0)