Kasus 566 Santri Keracunan MBG Buka Fakta Pengawasan Lemah, 31 SPPG Sidoarjo Tak Berizin
- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengecek langsung dapur SPPG Kalitengah, Tanggulangin, setelah 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengecek langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, setelah 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Insiden tersebut sekaligus memicu evaluasi terhadap operasional SPPG di wilayah Sidoarjo, termasuk puluhan dapur belum mengantongi izin.
Bupati Sidoarjo Subandi mengungkapkan, terdapat 170 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 SPPG diketahui belum memiliki izin dan untuk sementara diminta menghentikan kegiatan operasionalnya.
"Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31, sementara tak suruh berhenti dulu, ya. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi," kata Subandi.
Sementara Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah Tanggulangin setelah menerima laporan dugaan keracunan tersebut. Dia memastikan operasional dapur yang memasok makanan untuk sejumlah sekolah dan pesantren itu dihentikan sementara.
"Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional," kata Teguh.
SPPG Kalitengah Tanggulangin diketahui memasok sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari untuk sekolah dan pesantren. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 porsi di antaranya diperuntukkan bagi santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
"Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah," ucap dia.
Untuk mengetahui penyebab kejadian, sampel makanan dari SPPG tersebut telah diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama kepolisian. Sampel itu selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium dan hasilnya diperkirakan diketahui sekitar satu pekan.
"Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab," katanya.
Selain penghentian operasional di lapangan, BGN pusat juga telah menerbitkan surat penghentian sementara terhadap SPPG Kalitengah Tanggulangin. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dan evaluasi setelah ratusan santri mengalami dugaan keracunan.
"Sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara," ujarnya.
( sir / sir )
Komentar (0)