Gambir Bakal Berubah Total, Renovasi Besar Dikebut 2 Tahun!

Oleh f.andrian
Gambir Bakal Berubah Total, Renovasi Besar Dikebut 2 Tahun!
  • KAI menargetkan keseluruhan proses penataan berlangsung secara bertahap selama dua tahun. Namun, pengerjaan tidak dilakukan sekaligus
  • Stasiun ini nantinya diarahkan terhubung lebih baik dengan MRT Jakarta, TransJakarta, jalur pedestrian menuju Monas, hingga fasilitas publik lainnya

Wajah Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, bakal berubah besar dalam dua tahun ke depan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan pengembangan dan renovasi stasiun tersebut secara bertahap agar Gambir tidak hanya semakin nyaman untuk penumpang kereta jarak jauh, tetapi juga mampu terintegrasi dengan KRL dan moda transportasi massal lain di pusat Jakarta.

Rencana terbaru ini disampaikan KAI pada 4 September 2026.

KAI menargetkan keseluruhan proses penataan berlangsung secara bertahap selama dua tahun. Namun, pengerjaan tidak dilakukan sekaligus.

Tahap awal akan memprioritaskan penataan layanan dan fasilitas Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), baru kemudian pembangunan yang berkaitan dengan pelayanan KRL.

“Dalam dua tahun itu akan ada schedule-nya. Ini sedang disiapkan.” Kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

Rencana tersebut sekaligus menegaskan bahwa Gambir tetap memiliki peran penting sebagai stasiun kereta jarak jauh di pusat Jakarta.

KAI sebelumnya menyebut Gambir tidak akan menggantikan fungsi Stasiun Manggarai sebagai simpul utama perpindahan antarlintas.

“Gambir kami siapkan sebagai gerbang utama KA Jarak Jauh di pusat kota sekaligus terhubung dengan kawasan Monas.” ucap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin

Perubahan besar lainnya adalah rencana KRL Commuter Line kembali melayani naik-turun penumpang di Stasiun Gambir.

Saat ini jalur layang Gambir dilintasi sekitar 326 perjalanan Commuter Line Bogor Line setiap hari, tetapi KRL hanya melintas tanpa berhenti untuk melayani penumpang.

KAI menyebut rencana pemberhentian KRL masih perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, pola operasi, serta aspek keselamatan.

Pengembangan Gambir juga berkaitan erat dengan rencana integrasi transportasi di kawasan pusat Jakarta.

Stasiun ini nantinya diarahkan terhubung lebih baik dengan MRT Jakarta, TransJakarta, jalur pedestrian menuju Monas, hingga fasilitas publik lainnya.

KAI bahkan mengusung konsep Modern Station & Lifestyle Hub, yang tidak hanya menjadikan Gambir sebagai tempat naik-turun kereta, tetapi juga kawasan mobilitas, komersial, dan ruang publik yang lebih terintegrasi.

Konsep pengembangan yang disiapkan cukup luas. Dalam rencana KAI, kawasan Gambir nantinya berpotensi dilengkapi area kuliner, ritel, lounge, hotel, ruang pertemuan, rooftop park, hingga ruang publik.

Lokasinya yang berada di sebelah Monas juga akan dimanfaatkan untuk menjadikan Gambir semacam “teras” bagi kawasan ikon Jakarta tersebut.

Dengan konsep ini, pengalaman penumpang diharapkan tak lagi berhenti pada urusan naik kereta, tetapi juga terhubung dengan aktivitas di pusat kota.

Meski begitu, renovasi tidak bisa dilakukan sembarangan karena Stasiun Gambir tetap aktif melayani perjalanan.

KAI mencatat stasiun tersebut melayani 34 KA jarak jauh reguler setiap hari, dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian naik-turun penumpang.

Karena proyek dilakukan sambil menjaga operasional, KAI akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) terutama menyangkut keselamatan dan kesiapan infrastruktur.

KAI juga berjanji melakukan sosialisasi kepada penumpang terkait tahapan pekerjaan dan perubahan layanan yang mungkin terjadi.

Jadi, renovasi Gambir selama dua tahun bukan sekadar mempercantik bangunan. Pemerintah dan KAI sedang menyiapkan stasiun tersebut menjadi simpul transportasi yang lebih besar: tetap melayani kereta jarak jauh, disiapkan untuk KRL, terkoneksi dengan MRT dan TransJakarta, serta menyatu dengan kawasan Monas.

Namun hingga awal September 2026, jadwal detail setiap tahap pekerjaan masih disiapkan. Artinya, masyarakat perlu menunggu pengumuman KAI berikutnya terkait kapan masing-masing tahap renovasi dan perubahan operasional mulai diberlakukan.

Sumber: PT KAI

( fan / fan )

Komentar (0)