AHY Singgung Kekuasaan Cuma Sementara, Doli: Sinyal Menuju Pilpres 2029
- Ahmad Doli menangkap sinyal AHY mulai mempersiapkan diri untuk kontestasi Pemilihan Presiden 2029.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung menangkap sinyal Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai mempersiapkan diri untuk kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Dugaan itu muncul setelah AHY menyinggung siklus kekuasaan dan tanggung jawab kepada rakyat dalam pidatonya pada peringatan ulang tahun Partai Demokrat, Sabtu (5/9).
Dia menilai cara AHY menyampaikan pidato, gestur, serta posisi saat berbicara menunjukkan adanya pesan politik yang lebih jauh. Hingga membaca pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa AHY siap menjadi salah satu penantang dalam Pilpres 2029.
"Dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender (penantang) dalam pilpres mendatang," kata Doli.
Dalam pidatonya, AHY mengingatkan kader Demokrat agar tidak terlena oleh jabatan dan kekuasaan yang bersifat sementara. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengatakan Demokrat harus belajar dari pengalaman selama 10 tahun berada di pemerintahan maupun menjadi oposisi.
AHY menekankan keberadaan partai politik seharusnya tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan dalam pemilu. Menurut dia, orientasi utama partai adalah memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
"Kekuasaan datang dan pergi, jabatan ada waktunya, pemilu memiliki siklusnya, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai," kata AHY.
Putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu juga mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi agar tidak hanya dimaknai sebagai penyelenggaraan pemilu. Dia menilai tanggung jawab kepada masyarakat harus tetap menjadi pijakan meskipun posisi politik sebuah partai berubah.
AHY juga meminta kader Demokrat tetap jujur melihat persoalan yang dihadapi masyarakat meskipun partainya menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan hingga keterbatasan lapangan pekerjaan berkualitas.
"Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang makin berat," katanya.
Sementara Doli yang juga berasal dari partai pendukung pemerintah menyatakan sependapat bahwa demokrasi harus terus dijaga dan negara memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Namun, dia mengingatkan AHY juga memiliki tanggung jawab tersebut karena saat ini menjadi salah satu menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Menurut dia, persoalan kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, DPR, dan partai politik. Dia menilai pernyataan AHY sekaligus menunjukkan bahwa dinamika menuju Pilpres 2029 mulai semakin terbuka.
"Fenomena seperti itu, makin menguatkan bahwa ternyata 'magnet' Pilpres 2029 tak bisa terhindarkan lagi dan makin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang 'kuda-kuda'," ujar anggota Komisi II DPR tersebut.
Lebih lanjut dia menyebut Golkar menghormati setiap agenda, sikap, keputusan, dan langkah politik partai lain sebagai bagian dari kedaulatan masing-masing. Hingga 2029, dia menyatakan Golkar akan tetap berfokus membantu menyukseskan seluruh program pemerintahan Prabowo.
Demokrat Tak Bantah
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan setiap orang memiliki hak untuk menafsirkan pernyataan AHY. Dia tidak membantah sekaligus tidak membenarkan penilaian Doli yang membaca pidato tersebut sebagai sinyal AHY menuju Pilpres 2029.
Herzaky menegaskan pernyataan AHY pada dasarnya merupakan pengingat kepada seluruh kader Demokrat agar tetap konsisten bekerja untuk rakyat, apa pun posisi politik partai. Menurut dia, Demokrat menyadari bahwa kekuasaan tidak berlangsung selamanya.
"Jadi kami tahu betul, kalau sifat kekuasaan itu sementara. Tidak selamanya kami di dalam kekuasaan, kan?" kata Herzaky.
( sir / sir )
Komentar (0)