SAR Perluas Pencarian Kapal Wartawan ke Samudera Hindia
- Hari ke-10 pencarian, lima wartawan dan tiga awak kapal masih belum ditemukan; area pencarian diperluas dari Selat Sunda hingga Bengkulu dan Samudera Hindia.
- Sebanyak 24 kapal dan 523 personel dikerahkan, tetapi sejumlah objek yang ditemukan belum dapat dipastikan berkaitan dengan kapal yang hilang.
JAKARTA — Operasi pencarian lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10 pada Kamis (17/9/2026), sekaligus menjadi hari terakhir operasi SAR setelah sebelumnya diperpanjang tiga hari. Hingga pencarian hari terakhir, tim gabungan belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Area Pencarian Makin Luas
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan wilayah pencarian kini telah diperluas hingga Bengkulu dan berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction, target pergeseran kapal diperkirakan telah bergerak ke arah barat Bengkulu. Perhitungan tersebut membuat pencarian diperluas hingga kawasan Samudera Hindia karena kapal diduga dapat terbawa arus dan kondisi laut dari titik terakhir hilang kontak.
“Kalau berdasarkan SAR Map Prediction, sampai dengan hari ke-9, pergeseran target berdasarkan SAR Map Prediction itu sudah sampai ke sebelah barat Bengkulu,” kata Al Amrad.
Delapan Orang Masih Dicari
Lima wartawan yang hilang terdiri dari Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September untuk melakukan peliputan bersama tiga awak speedboat, yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Tim SAR juga mengarahkan pencarian menuju Pulau Enggano dengan melibatkan Pos SAR Bengkulu. Dua kapal KRI turut diarahkan ke wilayah barat daya berdasarkan perhitungan pergeseran target yang menunjukkan kemungkinan kapal terbawa hingga Samudera Hindia.
Temuan Belum Terhubung
Selama operasi, petugas menemukan sejumlah benda seperti terpal, galon dan jaket pelampung. Namun hingga hari terakhir pencarian, benda-benda tersebut belum dapat dipastikan berasal dari kapal yang hilang.
Al Amrad menyebut seluruh objek yang ditemukan telah diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti. “Sampai detik ini belum ada yang menunjukkan bahwa objek tersebut merupakan milik kapal tersebut,” ujarnya.
Cuaca Menjadi Kendala
Kondisi cuaca buruk pada saat kapal hilang kontak menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam proses pencarian. Informasi tersebut juga diperoleh dari nelayan yang berada di sekitar speedboat ketika peristiwa terjadi.
Sejak hari kelima, KRI telah dikerahkan mengikuti prediksi pergerakan target dari lokasi awal hilang kontak hingga bergerak ke arah barat daya. Pada hari ke-10, operasi melibatkan 24 kapal dan 523 personel dengan area pencarian yang diperluas hingga wilayah Samudera Hindia.
Hari Terakhir Pencarian
Meski pencarian diperluas secara signifikan, tim SAR belum menemukan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan kapal dan delapan orang yang hilang. Al Amrad mengatakan, “Sampai dengan hari ke-9 dan ke-10 ini, pencarian masih berjalan. Sampai saat ini belum ada petunjuk dan tanda-tanda yang kita temukan.”
Kamis (17/9) menjadi batas akhir operasi pencarian yang sebelumnya telah berlangsung selama tujuh hari dan kemudian mendapat tambahan waktu tiga hari. Namun belum ditemukannya petunjuk bukan berarti informasi mengenai keberadaan para korban telah diketahui, sehingga perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil evaluasi dan langkah pencarian berikutnya dari otoritas terkait.
( vir / vir )
Komentar (0)