Prabowo Ingatkan Menteri: Tak Sanggup Bekerja, Banyak yang Siap Mengganti
- Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan bernada peringatan kepada
- para menteri Kabinet Merah Putih agar bekerja maksimal
- karena banyak pihak disebut siap menggantikan posisi mereka
Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan bernada peringatan kepada para menteri Kabinet Merah Putih agar bekerja maksimal karena banyak pihak disebut siap menggantikan posisi mereka. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Jembrana, Bali.
Prabowo mengatakan ritme kerja kabinetnya nyaris tidak mengenal hari libur karena pemerintah dituntut terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia mencontohkan peluncuran program PLTS 100 GWp tetap digelar meski bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” kata Prabowo sembari tertawa.
Prabowo mengatakan minimnya waktu libur menjadi konsekuensi bagi para menteri yang memilih mengemban tugas pemerintahan. Dia menyebut pengabdian kepada masyarakat menuntut kerja yang konsisten, termasuk ketika kalender nasional menetapkan hari libur.
“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi, kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah dan itu risiko, risiko pengabdian,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Prabowo menghadiri peluncuran dan groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Jembrana. Program tersebut menjadi salah satu agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat peralihan menuju sumber energi yang lebih bersih.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi nasional, meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun,” kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS pada 2026 sekaligus menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas total 13 GW. Dia menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi sistem energi nasional.
“Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan green jobs,” ujarnya.
( sir / sir )
Komentar (0)