Limbah Jadi Listrik, Zulhas Bidik Gunungan Sampah

Oleh Virgio Halimawan
Limbah Jadi Listrik, Zulhas Bidik Gunungan Sampah
  • Bekasi, Bali, dan Bandung menjadi wilayah prioritas penanganan sampah melalui teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan proyek di Sumatera Selatan ditargetkan diresmikan pada Oktober 2026.
  • Pemerintah juga mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya serta menargetkan penghentian praktik open dumping secara bertahap hingga 2028.

Pemerintah mempercepat penanganan persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah daerah dengan mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan ditargetkan dapat diolah menjadi sumber energi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan penanganan akan diprioritaskan di wilayah yang sudah masuk kategori darurat sampah, termasuk Bekasi, Bali, dan Bandung. Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri peresmian pembangunan PSEL di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Menurut Zulhas, kawasan Bantar Gebang, Bekasi, menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan segera karena tingginya timbunan sampah. Pemerintah kemudian menggunakan pendekatan pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai salah satu solusi untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

“Pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini. Nah, tapi itu semua baru yang darurat ini. Seperti Bantar Gebang, ini Kota Bekasi, ini darurat,” ujar Zulhas.

Bekasi, Bali, Bandung Jadi Prioritas

Zulhas menjelaskan pembangunan fasilitas PSEL telah diarahkan ke sejumlah daerah dengan persoalan sampah yang cukup serius. Selain Bekasi, pemerintah sebelumnya telah mendorong pembangunan PSEL di Bali dan Bandung.

Setelah sejumlah proyek tersebut berjalan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas serupa di wilayah lain. Zulhas menyebut proyek PSEL di Sumatera Selatan ditargetkan dapat diresmikan pada Oktober 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pola open dumping, yakni pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengelolaan memadai.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan praktik open dumping dapat dihentikan secara bertahap, dengan 50 persen penyelesaiannya ditargetkan pada 2027 dan sisanya pada 2028.

Pemilahan Sampah Jadi Kunci

Selain membangun fasilitas pengolahan, Zulhas menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan teknologi. Masyarakat juga perlu mulai membedakan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Menurut dia, pemilahan akan membuat proses pengolahan menjadi lebih mudah, terutama untuk sampah organik yang telah memiliki teknologi penguraian.

“Ini kalau sudah dipilah, organik ini sekarang sudah ada teknologinya, mudah. Dia bisa dikasih obat apa itu, dicampur sedikit, itu sudah bisa terurai,” kata Zulhas.

Pemerintah sebelumnya juga menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah harus bergeser dari pola kumpul-angkut-buang menuju pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, serta pengolahan berkelanjutan.

Target Besar Pengolahan Sampah

Percepatan PSEL bukan agenda baru. Pada Maret 2026, Zulhas menyebut pemerintah mempercepat pembangunan PSEL di 30 proyek atas arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk menangani daerah dengan timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

Pada Juni, pemerintah juga menyatakan tiga lokasi PSEL akan segera memasuki tahap groundbreaking, disusul 12 lokasi lain yang sedang diproses Danantara dengan target beroperasi pada 2028.

Zulhas sebelumnya menargetkan sekitar 70-80 persen persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada 2029 melalui pembangunan fasilitas pengolahan, kawasan pengelolaan sampah yang lebih baik, serta gerakan pemilahan sampah rumah tangga.

Dengan berbagai proyek tersebut, pemerintah berharap gunungan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan perkotaan dapat dikurangi secara bertahap.

Zulhas menyebut pemerintah membutuhkan waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Maka mungkin beberapa waktu lama kita akan menghabisi secara bertahap gunung-gunung sampah itu,” ujarnya.


( vir / vir )

Komentar (0)