Bukan Air, Prabowo Siapkan "Ubi Bombing" untuk Jinakkan Karhutla

Oleh Sir Arafat
Bukan Air, Prabowo Siapkan "Ubi Bombing" untuk Jinakkan Karhutla
  • Presiden Prabowo Subianto mendorong produksi massal teknologi berbahan tepung ubi yang diklaim dapat membantu mencegah dan memadamkan karhutla.

Presiden Prabowo Subianto mendorong produksi massal teknologi berbahan tepung ubi yang diklaim dapat membantu mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia meminta teknologi yang ditemukan di lapangan tersebut segera diuji dalam skala lebih besar agar efektivitasnya dapat diketahui.

Prabowo menyampaikan arahan itu saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan. Dia bahkan meminta kebutuhan anggaran produksi teknologi tersebut segera diajukan agar pemerintah dapat mendukung pengembangannya.

"Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah, coba diproduksi dalam skala besar ya, ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya," kata Prabowo.

Prabowo juga menggagas penggunaan teknologi tersebut sebagai alternatif metode water bombing yang selama ini mengandalkan helikopter untuk menjatuhkan air ke titik api. Dia membayangkan bahan berbentuk tepung itu dapat diuji menggunakan helikopter dengan kapasitas angkut yang serupa.

"Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing. Kalau satu heli MI-17 bisa berapa ton? Empat ton water bombing, mungkin empat ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini, kita uji coba efektif luasnya berapa ya," ujarnya.

Gagasan penggunaan tepung tersebut sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat yang sama. Dia menyebut bahan berbasis tepung itu berpotensi menjadi inovasi pemadaman karhutla selain metode konvensional menggunakan air.

"Ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah, Pak. Kalau disemprot dengan alat dengan zat tersebut, dia bisa mencegah agar antara api, O2, dan CO2 itu bisa terpisah, Pak," kata Listyo.

Listyo menjelaskan teknologi tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum diproduksi dalam jumlah besar. Menurut dia, bahan itu dapat digunakan untuk mencegah kebakaran sekaligus menangani api pada tahap awal.

"Tapi kalau misalkan luasannya atau size dari jumlah tepung tersebut juga cukup, mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa," ujarnya.

"Tepung itu, Pak, tepung dari ubi, Pak," tambahnya.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis kemudian menjelaskan asal-usul inovasi tersebut dalam rapat tersebut. Menurut dia, teknologi itu merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau, tetapi kapasitas produksinya saat ini masih terbatas.

"Memang kapasitas produksinya masih kecil, Bapak. Kalau memang ada, ini kami akan coba secara besar sehingga nanti ini juga sudah disampaikan kepada BNPB," kata Darwis.

( sir / sir )

Komentar (0)