Konsumsi BBM Subsidi Membengkak, Akankah Harga Pertalite Naik?
- Lonjakan konsumsi Pertalite terjadi setelah kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi mendorong sebagian pengguna kendaraan beralih ke bahan bakar bersubsidi.
Lonjakan konsumsi Pertalite terjadi setelah kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi mendorong sebagian pengguna kendaraan beralih ke bahan bakar bersubsidi. Meski konsumsi diperkirakan melampaui kuota yang telah ditetapkan, pemerintah memastikan harga Pertalite tidak akan dinaikkan hingga akhir 2026.
Pertamina Patra Niaga menetapkan kuota Pertalite sebesar 28,69 juta kiloliter sepanjang 2026. Namun, hingga akhir Juli, konsumsi BBM beroktan 90 tersebut telah mencapai 16,54 juta kiloliter sehingga berpotensi melampaui proyeksi kuota pada akhir tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, hingga Desember 2026. Pemerintah tetap akan memantau perkembangan harga minyak dunia sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.
"Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan sampai dengan 2026 Desember, sambil kita melihat perkembangan global," ujar Bahlil.
Di tengah jaminan harga tetap, pemerintah masih menghitung potensi kelebihan konsumsi Pertalite sepanjang tahun ini. Bahlil membenarkan bahwa salah satu faktor pendorong lonjakan konsumsi berasal dari pergeseran pengguna BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, ke Pertalite.
"Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia, itu ada sebagian yang RON 92 atau teman rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan, tapi kenaikannya kita lagi menghitung," ungkapnya.
Berbeda dengan BBM bersubsidi, pemerintah menyerahkan penetapan harga BBM nonsubsidi kepada mekanisme pasar. Penyesuaian harga akan mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan kondisi pasar energi global.
"Tetapi kalau untuk harga BBM non-subsidi, kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada itu yang akan kita lakukan penyesuaian," kata Bahlil.
( sir / sir )
Komentar (0)