Kiai Pimpinan Gontor ke Prabowo: Sorry, Banyak Orang Cari Muka!

Oleh Ahmad ZF
Kiai Pimpinan Gontor ke Prabowo: Sorry, Banyak Orang Cari Muka!
  • Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2026.
  • Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menegaskan sikap independen institusi pendidikannya melalui guyonan satire di hadapan Presiden.
  • Prabowo membalas dengan menegaskan Gontor harus paham politik, seraya membuktikan dirinya bekerja keras dan bukan pemimpin "omon-omon".

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir secara langsung dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9/2026). Kehadiran sosok orang nomor satu di Indonesia ini disambut antusias oleh ribuan santri, sekaligus diwarnai dengan momen menarik saat pimpinan Gontor menyampaikan sambutan yang lugas.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya menegaskan posisi independen pondok pesantren yang dipimpinnya. Ia menyoroti komitmen tak tergoyahkan Gontor terhadap dunia pendidikan di hadapan sang presiden.

"Kami tetap memilih pendidikan bapak Presiden... saya tak ngomong agak gak enak ya Pak, sorry. Dulu Bapak Presiden Soekarno jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku 'Bergurulah pada sejarah', Gontor tidak puas. Gontor cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," tutur Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal.

Tak hanya berbicara soal sejarah, KH Hasan juga melontarkan candaan bernada sindiran tajam terkait fenomena masyarakat saat ini. Ia menyinggung banyaknya pihak yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan validasi dan posisi.

"Sekarang banyak orang yang cari muka, betul? Orang gak punya ijazah cari ijazah, orang ndak punya nama cari nama, orang ndak punya uang cari uang, orang gak punya jabatan cari jabatan, orang gak punya muka cari muka," lanjut KH Hasan.

Merespons pernyataan dan kehadiran media di lokasi, Presiden Prabowo Subianto memberikan balasan yang tak kalah menggelitik. Ia berseloroh mengenai kehadiran wartawan yang kerap menyamar di tengah keramaian acara.

"Mungkin saya bisa diundang dalam acara yang lebih... tidak terlalu besar. Acara kalau perlu tidak ada wartawan. Mana wartawan? Kok ada wartawan di sini? Oh pintar nyamar ya kalian ini media, dia nyamar di tengah-tengah audiens... Kalau di sini ya saya juga harus hati-hati bicaranya," ucap Presiden Prabowo Subianto.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menegaskan pandangannya mengenai peran pondok pesantren sekelas Gontor dalam konstelasi nasional. Ia sepakat bahwa institusi pendidikan harus menjaga jarak dari politik praktis, namun tetap harus melek politik.

"Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik, itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis tapi harus paham politik. Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana tapi harus ada di mana-mana," tegas Presiden Prabowo.

Sebagai penutup pidatonya, Prabowo menegaskan capaian pemerintahannya selama hampir dua tahun menjabat. Ia ingin menepis anggapan bahwa pemerintahannya hanya sebatas retorika tanpa tindakan nyata.

"Saya merasa percaya diri karena 2 tahun ini pemerintah yang saya pimpin dibantu oleh orang-orang hebat... Kita telah buktikan kepada bangsa Indonesia kita telah mencapai keberhasilan-keberhasilan yang nyata... Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omon-omon saja," pungkas Prabowo.

( ahm / ahm )

Komentar (0)