Matcha Nggak Cuma Diminum, Casio Bikin Jadi Jam!
- Casio resmi menghadirkan AQ-230ECK-3A, jam tangan Casio Vintage dengan dial hijau yang terinspirasi warna matcha
- Ukuran jamnya tergolong ringkas, yakni 38,8 × 29,8 × 8,1 mm dengan bobot hanya 47 gram
Tren matcha ternyata tak berhenti di gelas minuman. Casio resmi menghadirkan AQ-230ECK-3A, jam tangan Casio Vintage dengan dial hijau yang terinspirasi warna matcha.
Model edisi kolaborasi ini dibuat bersama Café Kitsuné, jaringan kafe berakar Prancis-Jepang, dan resmi diperkenalkan pada awal September 2026.
Bentuknya mengambil basis Casio AQ-230, salah satu desain analog-digital klasik Casio dengan wajah persegi ramping.
Bedanya, versi kolaborasi ini mendapat dial hijau matcha yang lembut dipadukan dengan bodi serta gelang metal berwarna perak.
Hasilnya masih terasa retro khas Casio, tapi dibikin lebih playful dan cocok jadi aksesori gaya sehari-hari.
Inspirasi matcha bukan sekadar tempelan warna. Café Kitsuné dikenal membawa perpaduan budaya Paris dan Tokyo serta menjadi salah satu pelopor dalam memperkenalkan matcha di Paris sejak 2014.
Casio menjelaskan konsep jam tersebut lewat satu kalimat, “Inspired by the world of matcha, this timepiece pays tribute to the pleasure of enjoying simple moments.”
Singkatnya, jam ini ingin menerjemahkan ritual menikmati matcha ke dalam benda yang dipakai sehari-hari.
Detail kolaborasinya juga dibuat cukup serius. Logo rubah Café Kitsuné muncul di bagian dial dan belakang casing, sementara tulisan Café Kitsuné turut diukir pada bagian belakang jam serta pengait gelang.
Bahkan kotaknya menggunakan kemasan khusus dengan nuansa hijau matcha, sehingga identitas kolaborasi tetap terasa sampai ke packaging.
Meski tampilannya jadi daya tarik utama, fungsi khas Casio tidak ditinggalkan.
AQ-230ECK-3A tetap menggabungkan dua jarum analog dengan layar digital, dilengkapi dual time, stopwatch 1/100 detik, alarm harian, sinyal setiap jam, kalender otomatis, serta format waktu 12/24 jam. Jam ini juga tahan air untuk pemakaian sehari-hari.
Ukuran jamnya tergolong ringkas, yakni 38,8 × 29,8 × 8,1 mm dengan bobot hanya 47 gram. Gelangnya menggunakan stainless steel dengan pengait yang dapat disesuaikan, sedangkan baterainya diklaim mampu bertahan sekitar tiga tahun.
Kombinasi ukuran tipis dan bobot ringan ini membuat desainnya terasa dekat dengan karakter Casio Vintage yang simpel dan uniseks.
Menariknya, kolaborasi ini disebut Café Kitsuné sebagai pertemuan kedua mereka dengan Casio.
Untuk merayakannya, Café Kitsuné bahkan membawa tema matcha lebih jauh lewat sajian khusus, termasuk dessert matcha-raspberry-chocolate dan minuman Matcha Cloud berbahan matcha serta air kelapa di sejumlah gerainya.
Jadi kolaborasinya bukan cuma jual jam hijau, tetapi dibangun sebagai satu pengalaman lifestyle bertema matcha.
Soal harga dan tanggal penjualan, angkanya berbeda menurut pasar. Casio Amerika Serikat mencantumkan harga US$120, sementara Casio Europe mengumumkan harga rekomendasi €99,90 di Jerman dengan penjualan mulai 8 September 2026.
Café Kitsuné sendiri menyebut koleksi tersedia mulai 3 September di jaringan kafe dan kanal daring tertentu.
Dengan perpaduan desain vintage, budaya teh Jepang, dan estetika Paris-Tokyo, AQ-230ECK-3A bisa dibilang bukti bahwa demam matcha sekarang sudah benar-benar naik dari gelas ke pergelangan tangan.
Sumber: Casio, Matcha Time
( fan / fan )
Komentar (0)