Kasus Sambo Jadi Film Dokumenter Netflix
- Di pasar internasional, film ini memakai judul General Mayhem: The Killing of Brigadier J.
- Dokumenter ini menghadirkan wawancara sejumlah pihak yang memiliki hubungan langsung maupun pengetahuan mengenai kasus tersebut, termasuk mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi dan keluarga Yosua.
JAKARTA — Netflix resmi merilis dokumenter kriminal terbaru berjudul Skenario sang Jenderal pada 18 September 2026, membawa kembali salah satu kasus hukum paling menggemparkan di Indonesia: pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Di pasar internasional, film ini memakai judul General Mayhem: The Killing of Brigadier J.
Netflix mengategorikannya sebagai dokumenter kriminal nyata asal Indonesia dengan rating 18+ untuk penonton Indonesia.
Dokumenter berdurasi sekitar 89 menit 30 detik itu disutradarai Rob Sixsmith, sineas yang sebelumnya juga menggarap dokumenter Netflix mengenai kasus kopi sianida, Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Kali ini, Sixsmith mengurai bagaimana kematian Yosua pada Juli 2022 pada awalnya disampaikan sebagai peristiwa baku tembak, sebelum penyelidikan menemukan skenario lain yang akhirnya menyeret Ferdy Sambo dan sejumlah anggota Polri.
“Seorang perwira muda terbunuh di rumah seorang jenderal. Penyelidikan yang dilakukan setelahnya mengungkap upaya menutup-nutupi di tingkat tertinggi Polri.” tutur Netflix
Skenario sang Jenderal tidak hanya berfokus pada Sambo sebagai tokoh sentral kasus. Film tersebut menelusuri posisi Yosua, keluarganya, struktur internal kepolisian, pemberitaan media, hingga perubahan besar dalam penyelidikan setelah berbagai kejanggalan mulai terungkap.
Dokumenter ini menghadirkan wawancara sejumlah pihak yang memiliki hubungan langsung maupun pengetahuan mengenai kasus tersebut, termasuk mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi dan keluarga Yosua.
Penyajiannya menggunakan rekaman berita, arsip kasus serta wawancara untuk merekonstruksi bagaimana versi awal peristiwa perlahan runtuh.
Salah satu bagian menarik datang dari Ito Sumardi, mantan Kabareskrim Polri yang pernah menjadi atasan Ferdy Sambo.
Dalam dokumenter tersebut, Ito mengungkap bagaimana sosok Sambo dilihat sebelum kasus pembunuhan Yosua mencuat.
“Ferdy Sambo, dia bekas anak buah saya dan dia seorang police officer yang baik, ya. Itu pertama kesan saya. Dia betul-betul menegakkan aturan sangat keras,” ujar Ito dalam film.
Ia bahkan mengungkap bahwa Sambo sebelumnya merupakan salah satu perwira yang sedang naik daun dan pernah diharapkan bisa mencapai posisi tinggi di kepolisian.
Kontras itu menjadi salah satu kekuatan utama dokumenter. Sambo sebelumnya pernah menangani sejumlah perkara besar, mulai dari kasus kopi sianida hingga kebakaran Gedung Kejaksaan Agung dan kasus Red Notice Djoko Tjandra.
Namun pada 2022, ia justru menjadi pusat penyelidikan atas kematian anggota yang bertugas di lingkungan keluarganya sendiri.
Kasus tersebut kemudian berkembang dari narasi awal adanya baku tembak menjadi pembunuhan berencana, diikuti pengungkapan adanya manipulasi dan penghalangan penyidikan.
Dokumenter ini banyak menyoroti bagaimana kekuasaan, rantai komando dan loyalitas institusi menjadi bagian penting dari perjalanan kasus tersebut.
Perspektif keluarga Yosua juga mendapat ruang penting. Dalam film, Samuel Hutabarat, ayah Yosua, mengingat bagaimana putranya sebelumnya selalu menceritakan hal-hal positif mengenai Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
“Dia pun cerita memang bapak dan ibu itu baik. Kalau kami tanya kadang-kadang soal kerja di sana, yang manis terus, baik bapak dan ibu itu. Pokoknya enggak pernah menceritakan yang jelek,” tutur Samuel.
Kesaksian tersebut membuat perubahan hubungan antara Yosua dan lingkungan tempatnya bekerja menjadi salah satu pertanyaan yang terus membayangi perjalanan kasus.
Menariknya, kehadiran Skenario sang Jenderal langsung mendapat perhatian penonton Indonesia.
Per 20 September 2026, film tersebut sudah berada di jajaran 10 tayangan yang sedang tren di Netflix Indonesia, berada di posisi keenam pada daftar yang ditampilkan Netflix ketika pengecekan dilakukan.
Respons awal penonton pun beragam: sebagian menganggap format dokumenter true crime mampu membuka kembali detail kasus kepada audiens yang lebih luas, sementara kritik muncul dari penonton yang menilai gaya dramatisasi khas dokumenter Netflix berpotensi membuat kasus nyata terasa terlalu sensasional.
Pada akhirnya, Skenario sang Jenderal bukan sekadar dokumenter tentang Ferdy Sambo, tetapi rekonstruksi tentang bagaimana satu kematian berkembang menjadi skandal nasional yang mengguncang kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
Film ini kini tersedia di Netflix dalam audio asli Bahasa Indonesia, dilengkapi sejumlah pilihan bahasa dan subtitle untuk distribusi internasional.
Kehadirannya sekaligus membawa kasus Brigadir J ke audiens global, empat tahun setelah perkara tersebut pertama kali mengguncang Indonesia, dan menghidupkan kembali pertanyaan tentang kekuasaan, transparansi, serta bagaimana sebuah kebenaran dapat tertutup oleh skenario yang dibangun orang-orang yang memiliki kewenangan.
Sumber: Netflix Indonesia
( fan / fan )
Komentar (0)