Kontroversi Kehadiran DPD Arya Wedakarna di Kontes Transgender Dunia, Ini Klarifikasinya!

Oleh Sir Arafat
Kontroversi Kehadiran DPD Arya Wedakarna di Kontes Transgender Dunia, Ini Klarifikasinya!
  • Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, memberikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam ajang kontes kecantikan transpuan Miss Equality World di Thailand yang kemudian dikaitkan dengan isu LGBT.

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, memberikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam ajang kontes kecantikan transpuan Miss Equality World di Thailand yang kemudian dikaitkan dengan isu LGBT. Dia menegaskan kehadirannya dalam acara tersebut bukan sebagai anggota DPD RI, melainkan sebagai tokoh Bali yang mewakili lembaga Hindu.

Kehadiran Arya dalam acara tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah foto yang memperlihatkan dirinya beredar di media sosial. Dia menyebut rangkaian kegiatan di Thailand tidak hanya berupa kontes kecantikan, tetapi juga mencakup promosi pariwisata, pemberian penghargaan, pameran, dan diskusi.

Arya mengatakan dirinya hadir dalam kapasitas sebagai tokoh Bali dalam acara tersebut. Dia menyebut kehadirannya tidak berkaitan dengan jabatan yang diembannya sebagai anggota DPD RI.

"Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun," kata Arya.

Dia menjelaskan, dirinya menghadiri sesi pemberian penghargaan dan peluncuran video promosi pariwisata Bali. Dalam acara tersebut, dia juga menerima penghargaan sebagai tokoh budaya Bali.

"Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu," ujarnya.

Arya mengaku tidak mengetahui bahwa acara yang dihadirinya kemudian dikaitkan dengan isu LGBT. Dia mengatakan tidak ingin mencampuri latar belakang pihak yang memberikan penghargaan kepadanya.

"Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Gitu kan ada namanya etika kan seperti itu. Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu," katanya.

Menurut dia, Thailand merupakan salah satu tujuan wisata yang memiliki keberagaman latar belakang dan identitas pengunjung. Dia menegaskan kehadirannya di acara tersebut ditujukan untuk memenuhi undangan serta menjalankan peran sebagai tokoh yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata Bali.

Selain kehadirannya dalam acara tersebut, keberadaan seorang anggota TNI berseragam dinas yang mendampingi Arya selama berada di Thailand turut menjadi sorotan di media sosial. Arya membenarkan bahwa anggota TNI tersebut merupakan pengawal pribadinya.

Dia mengatakan pengawal tersebut mendampinginya selama berada di Thailand karena mempertimbangkan kondisi keamanan di negara tersebut. Menurut dia, pengamanan melekat diperlukan selama menjalankan kegiatan di luar negeri.

"Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja untuk mengamankan saja," ujarnya.

( sir / sir )

Komentar (0)