Satu Emas Rp3 Miliar! Prabowo Naikkan Bonus Asian Games 2026
- Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bonus Rp3 miliar kepada atlet Indonesia yang berhasil merebut medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
- Indonesia berangkat ke Jepang dengan membawa kekuatan 432 atlet dari 35 cabang olahraga. Kontingen tersebut juga diperkuat 148 pelatih dan ofisial serta 32 anggota tim Chef de Mission
Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bonus Rp3 miliar kepada atlet Indonesia yang berhasil merebut medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Janji itu disampaikan langsung saat Prabowo melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games ke-20 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Nominal tersebut sekaligus memastikan bonus emas Asian Games jauh lebih besar dibanding penghargaan yang diberikan pemerintah kepada atlet Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand.
Prabowo bahkan menyebut langsung angka Rp3 miliar ketika membandingkannya dengan bonus SEA Games.
“Tapi ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar.” kata Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa bonus untuk emas Asian Games naik tiga kali lipat dibanding bonus Rp1 miliar yang diterima peraih emas nomor perorangan SEA Games 2025.
Sebelumnya, pemerintah memang telah memberikan bonus Rp1 miliar kepada atlet emas tunggal SEA Games, dengan total penghargaan untuk atlet dan pelatih mencapai Rp465,25 miliar.
Menurut Prabowo, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara terhadap mereka yang mengharumkan nama Indonesia. Ia menegaskan pemerintah tidak seharusnya pelit dalam menghargai prestasi atlet.
“Kita jangan pelit, ya kan? Kalau baik kita memberi penghormatan,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga memberikan perhatian kepada atlet yang nantinya memperoleh medali perak dan perunggu, termasuk melalui dukungan terhadap perkembangan karier mereka.
Asian Games Aichi–Nagoya 2026 sendiri merupakan edisi ke-20 pesta olahraga terbesar di Asia. Kompetisi akan berlangsung selama 16 hari, mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026, dengan Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium sebagai salah satu venue utamanya.
Penyelenggara mencatat 45 negara dan wilayah Asia akan ambil bagian, dengan jumlah atlet dan ofisial yang dapat mencapai sekitar 15.000 orang. Sebanyak 41 cabang olahraga masuk dalam program pertandingan, terdiri atas cabang Olimpiade serta sejumlah olahraga khas kawasan Asia.
Indonesia berangkat ke Jepang dengan membawa kekuatan 432 atlet dari 35 cabang olahraga. Kontingen tersebut juga diperkuat 148 pelatih dan ofisial serta 32 anggota tim Chef de Mission.
Jumlah atlet itu merupakan hasil evaluasi Kemenpora, NOC Indonesia, dan federasi masing-masing cabang olahraga berdasarkan kesiapan serta peluang prestasi.
Tidak semua cabang dibiayai melalui APBN; tinju, anggar, dan tenis meja, misalnya, berangkat melalui dukungan pendanaan mandiri dari federasi dan mitra.
Pemerintah menargetkan Indonesia bisa membawa pulang sedikitnya empat medali emas dari Aichi-Nagoya. Target itu disusun dengan mempertimbangkan kekuatan atlet, peta persaingan, serta perubahan nomor pertandingan dibanding Asian Games sebelumnya.
Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi beberapa cabang yang diharapkan menjadi tumpuan medali emas Indonesia. Menpora Erick Thohir juga membuka peluang cabang yang semula diproyeksikan meraih perak untuk membuat kejutan dan naik menjadi emas.
Keseriusan pemerintah mengejar target tersebut juga terlihat dari besarnya dukungan anggaran. Kemenpora mencatat anggaran pelatnas Asian Games 2026 yang semula Rp127 miliar mendapat tambahan Rp95 miliar sehingga menjadi Rp222 miliar.
Di luar itu, pemerintah menyiapkan sekitar Rp61 miliar untuk pengiriman kontingen Indonesia ke Jepang. Menpora menegaskan penggunaan dana tersebut harus transparan dan benar-benar berorientasi pada perlindungan serta kebutuhan atlet.
Dengan bonus Rp3 miliar untuk emas, 432 atlet, dan target empat medali emas, Asian Games 2026 kini menjadi pertaruhan besar bagi olahraga Indonesia.
Bagi Prabowo, bonus bukan sekadar imbalan finansial, tetapi bentuk penghormatan negara kepada atlet yang membawa Merah Putih ke panggung Asia.
Tantangannya kini berpindah ke arena pertandingan: apakah dukungan pelatnas ratusan miliar rupiah dan bonus emas tiga kali lipat dari SEA Games mampu mendorong Indonesia memenuhi target atau bahkan melampaui empat emas di Aichi-Nagoya?
Sumber: Kementerian Pemuda dan Olahraga, Sekretariat Negara
( fan / fan )
Komentar (0)