Kapal Induk Pertama RI KRI Gajah Mada Segera Pulang

Oleh Virgio Halimawan
Kapal Induk Pertama RI KRI Gajah Mada Segera Pulang
  • Indonesia segera memiliki kapal induk pertama. ITS Giuseppe Garibaldi telah berlayar dari Italia menuju Indonesia dan akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada setelah tiba di Tanah Air melalui skema hibah antarpemerintah.
  • KRI Gajah Mada memiliki panjang 180,2 meter, bobot sekitar 13.800 ton, kecepatan maksimum 30 knot, dan jangkauan sekitar 7.000 mil laut. Kapal juga memiliki sistem pertahanan udara, CIWS, serta kemampuan membawa berbagai helikopter dan personel dalam jumlah besar.

Indonesia segera memasuki babak baru dalam kekuatan pertahanan laut. Kapal induk eks Angkatan Laut Italia,ITS Giuseppe Garibaldi, tengah berlayar menuju Indonesia dan nantinya akan berganti nama menjadiKRI Gajah Mada, sekaligus menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah.

Kapal tersebut meninggalkan Italia pada malam 24 Agustus 2026. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal masih menggunakan nama dan bendera Italia selama perjalanan, sebelum secara resmi berubah menjadi KRI Gajah Mada setelah tiba di Indonesia.

“ITS Giuseppe Garibaldi menuju perjalanan ke Jakarta,” kata Muhammad Ali.

Menurut laporan yang dikutip detikOto, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal dek penerbangan pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kapal ini diluncurkan pada4 Juni 1983dan dirancang dengan kemampuanSTOVL (Short Take-Off and Vertical Landing), sehingga pengoperasian pesawat di atasnya memiliki karakteristik berbeda dibanding kapal induk berukuran besar.

Panjang 180 Meter, Kecepatan 30 Knot

Secara fisik, calon kapal induk pertama Indonesia tersebut memiliki panjang sekitar180,2 meterdengan bobot sekitar13.800 ton. Kapal dapat mencapai kecepatan maksimum30 knot, atau sekitar 56 km/jam.

Untuk tenaga penggerak, kapal menggunakan konfigurasiCOGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine). Sistem tersebut terdiri dari empat turbin gas General Electric/Avio LM2500 dengan total daya sekitar82.000 shp, yang menggerakkan dua poros baling-baling. Pada kecepatan ekonomis sekitar 20 knot, jarak jelajahnya disebut mencapai sekitar7.000 mil laut.

Selain mesin utama, tersedia enam generator diesel yang memasok kebutuhan listrik kapal, termasuk untuk berbagai sistem navigasi, radar, dan instrumen operasional. Sistem kelistrikan tersebut menjadi bagian penting untuk menunjang aktivitas kapal selama menjalankan misi.

Bisa Bawa Ratusan Personel

KRI Gajah Mada bukan sekadar kapal dengan geladak penerbangan. Kapal ini memiliki kapasitas personel yang cukup besar.

Konfigurasi yang disebut dalam laporan mencakup sekitar600 kru inti, 230 personel kelompok udara dan sekitar 100 personel komando. Dalam kondisi tertentu, kapal juga dapat mengangkut hingga sekitar600 personel pasukan tambahan.

Setibanya di Indonesia, TNI AL juga berencana menjadikan kapal tersebut sebagai platform lintas matra. KSAL mengatakan helikopter dari TNI AL, TNI AU, dan TNI AD dapat ditempatkan di atas kapal, meski para pilot perlu menjalani pelatihan agar mampu melakukan pendaratan di kapal induk.

“Kami bertekad bahwa kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal.”

Persenjataan untuk Pertahanan Diri

Giuseppe Garibaldi juga dibekali berbagai sistem persenjataan dan sensor untuk melindungi dirinya dari ancaman di laut maupun udara.

Sistem pertahanan udara kapal mencakup dua peluncur rudal delapan sel Selenia Albatros yang menggunakan rudal Aspide. Kapal juga mempunyai tiga sistemCIWS Breda 40/70yang terintegrasi dengan sistem Dardo untuk menghadapi ancaman yang berhasil melewati pertahanan utama.

Untuk peperangan bawah laut, kapal memiliki dua peluncur torpedo tiga laras ILAS-3 berkaliber 324 mm yang dapat menggunakan torpedo ringan seperti Mk 46 atau A-244.

Sementara itu, persenjataan antikapal yang sebelumnya terdapat di kapal mengalami perubahan. Peluncur rudal antikapal OTOMAT yang dahulu terpasang di bagian belakang disebut telah dilepas pada 2003 untuk memberikan ruang lebih luas bagi geladak penerbangan.

Bukan Kapal Induk Superbesar

Dengan spesifikasi tersebut, KRI Gajah Mada lebih tepat dipahami sebagaikapal induk ringandengan kemampuan operasi udara yang disesuaikan dengan desainnya. Kapal ini bukan kapal induk superbesar seperti yang digunakan Amerika Serikat atau China.

Kekuatan utamanya berada pada fleksibilitas sebagaiplatform helikopter, komando, transportasi pasukan, dan operasi laut, sekaligus menjadi tambahan signifikan bagi kemampuan proyeksi kekuatan TNI AL.

Kehadiran kapal tersebut juga menjadi simbol perubahan besar dalam modernisasi pertahanan Indonesia. Namun, kemampuan sebuah kapal induk tidak hanya ditentukan oleh ukuran kapal atau jumlah persenjataannya, melainkan juga kesiapan pesawat atau helikopter, awak kapal, doktrin operasi, logistik, serta kemampuan mengintegrasikannya dengan kekuatan laut dan udara lainnya.

Dengan perjalanan dari Italia menuju Indonesia,ITS Giuseppe Garibaldi kini memasuki fase terakhir sebelum berubah identitas menjadi KRI Gajah Mada. Kapal yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari armada Italia tersebut segera menjadi bagian dari sejarah baru pertahanan maritim Indonesia.

( vir / vir )

Komentar (0)