Harga BBM Naik, Diesel Tembus Rp25 Ribu per Liter!

Oleh f.andrian
Harga BBM Naik, Diesel Tembus Rp25 Ribu per Liter!
  • PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga tiga produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex
  • Pertamina menyebut perhitungan harga mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, hingga daya beli masyarakat

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali bergerak mulai Selasa, 1 September 2026. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga tiga produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kenaikan juga terjadi pada produk diesel milik Shell, membuat harga sejumlah BBM nonsubsidi kini menembus level Rp25 ribu per liter.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah dengan skema Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, harga Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.

Sementara Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Besaran harga dapat berbeda di sejumlah wilayah karena faktor pajak daerah.

Jika dihitung berdasarkan persentase, kenaikan paling tinggi terjadi pada Dexlite yang mencapai sekitar 20,3 persen. Pertamina Dex naik sekitar 19,15 persen, sedangkan Pertamax Turbo meningkat sekitar 7,1 persen. Dengan demikian, pengguna kendaraan diesel menjadi salah satu kelompok yang paling terasa terkena penyesuaian harga pada awal September ini.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perubahan harga tidak diberlakukan terhadap seluruh BBM nonsubsidi.

“Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite,” kata Kitty.

Pertamina menyebut perhitungan harga mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, hingga daya beli masyarakat.

Kenaikan juga terjadi di SPBU Shell. Berdasarkan laman resmi Shell Indonesia per 1 September 2026, Shell V-Power Diesel dipatok Rp25.420 per liter.

Sebelumnya, pada Agustus harganya Rp21.910 per liter, sehingga terjadi kenaikan Rp3.510 atau sekitar 16 persen hanya dalam sebulan. Shell menyebut harga yang tercantum mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku.

Namun, kenaikan kali ini penting dicatat tidak berlaku untuk seluruh jenis BBM. Pertamax RON 92 tetap berada di kisaran Rp15.950 per liter untuk wilayah Jakarta, sedangkan Pertamax Green 95 tetap Rp16.600 per liter.

Lebih penting lagi bagi masyarakat luas, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar bersubsidi Rp6.800 per liter.

Pemerintah sebelumnya juga menegaskan komitmennya menjaga harga BBM bersubsidi hingga penghujung 2026.

“Harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun.” ungkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Pada 31 Agustus 2026, Bahlil kembali memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga meskipun pemerintah tengah menghitung potensi konsumsi Pertalite yang melampaui kuota.

Lonjakan harga BBM nonsubsidi ini berpotensi menambah beban operasional terutama bagi pengguna kendaraan diesel, sektor transportasi, maupun aktivitas usaha yang bergantung pada mobilitas.

Di sisi lain, tetapnya harga Pertalite dan Biosolar menjadi bantalan bagi mayoritas konsumen BBM bersubsidi.

Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika harga minyak dunia, kurs rupiah, pajak, serta kondisi pasar energi global yang menjadi komponen penentuan harga BBM nonsubsidi.

Sumber: Pertamina Patra Niaga, ESDM

( fan / fan )

Komentar (0)