Hanura Ganti Wajah Jadi Singa, Mesin Pertarungan Politik 2029 Mulai Dipanaskan

Oleh Sir Arafat
Hanura Ganti Wajah Jadi Singa, Mesin Pertarungan Politik 2029 Mulai Dipanaskan
  • Hanura mengubah logo partai menjadi simbol singa berwarna oranye menjelang Pemilu 2029.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengubah logo partai menjadi simbol singa berwarna oranye menjelang Pemilu 2029. Lambang baru itu tetap mempertahankan unsur huruf H di bagian bawah gambar sebagai penanda identitas Hanura.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari persiapan Hanura menghadapi kontestasi politik 2029 sekaligus upaya memperkuat pengenalan partai di tengah masyarakat. Ketua Tim Satgas Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan simbol singa dipilih agar masyarakat lebih mudah mengenali Hanura.

“Dulu, ketika orang ditanya apa lambang Hanura, mungkin cukup sulit menjelaskannya. Tetapi hari ini kita memiliki lambang baru berupa gambar singa,” kata Rio.

Dia berharap perubahan logo tidak berhenti sebagai pergantian simbol visual, tetapi menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh kader Hanura. Dia juga meminta jajaran partai mulai menggunakan logo baru tersebut di seluruh kantor dan struktur organisasi hingga tingkat daerah.

“Lambang baru ini harus memberikan semangat baru bagi Partai Hanura. Karena itu, kalau SK PAC yang lama masih menggunakan lambang Hanura yang lama, ke depan gunakan lambang yang baru,” ujarnya.

Hanura belum akan langsung melakukan peluncuran resmi logo baru tersebut secara menyeluruh karena konsolidasi internal di daerah masih berlangsung. Rio mengatakan proses konsolidasi ditargetkan terus berjalan hingga awal 2027 sebelum identitas baru itu diperkenalkan secara lebih luas.

“Akan kami sampaikan mungkin pada awal tahun depan untuk mempersiapkan konsolidasi lebih lanjut dari Hanura ini,” katanya.

Dia mengatakan Hanura ingin membangun identitas partai yang lebih kuat sehingga masyarakat tidak hanya mengenal figur calon legislatif yang diusung. Menurut dia, simbol partai juga harus melekat dalam ingatan publik dan mudah dikenali ketika terlihat di ruang-ruang publik.

“Ketika masyarakat ditanya apakah mereka mengenal Partai Hanura, mereka tidak hanya mengenal calegnya, tetapi juga mengenal partainya melalui lambang yang mereka lihat di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dia menilai perubahan identitas tersebut tidak terlepas dari strategi pemasaran politik untuk membangun citra dan daya kenal partai. Dia menyebut kemampuan memasarkan partai menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi persaingan politik menuju Pemilu 2029.

“Politik juga berkaitan dengan marketing. Ada yang namanya political marketing. Karena itu, kita harus mampu memasarkan partai ini dengan baik,” imbuhnya.

( sir / sir )

Komentar (0)