Skor PISA RI Terbaru: Sains & Baca Naik, Matematika Melorot

Oleh Ahmad ZF
Skor PISA RI Terbaru: Sains & Baca Naik, Matematika Melorot
  • Skor sains pelajar Indonesia naik 6 poin menjadi 389 dan skor membaca naik 7 poin menjadi 364 pada evaluasi PISA 2025.
  • Meski sains dan membaca meningkat, skor matematika pelajar RI justru mengalami sedikit penurunan sebanyak 2 poin menjadi 365.
  • Lebih dari 90% siswa RI sangat tertarik untuk berkontribusi secara langsung dalam melindungi lingkungan melalui karier masa depan.

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) resmi merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2025 yang menyoroti kualitas pendidikan dari ratusan ribu siswa di dunia. Pada edisi terbaru ini, PISA 2025 melakukan evaluasi komprehensif terhadap kemampuan sains, membaca, dan matematika dari pelajar yang berasal dari 91 negara dan ekonomi secara global.

Berdasarkan laporan tersebut, sektor pendidikan Indonesia berhasil mencatatkan peningkatan skor cukup menggembirakan khususnya pada bidang literasi sains dan kemampuan membaca para pelajar di tingkat nasional.

Kemampuan membaca pelajar Indonesia tercatat mengalami kenaikan sebanyak tujuh poin sehingga mencapai skor 364, sementara skor literasi sains juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar enam poin menjadi 389.

Meskipun terdapat kemajuan signifikan pada dua bidang krusial tersebut, skor matematika para pelajar Indonesia sejatinya masih membutuhkan perhatian ekstra karena belum menunjukkan tanda perbaikan yang cukup memuaskan. Hasil evaluasi PISA 2025 justru mencatat bahwa skor matematika untuk siswa Indonesia mengalami sedikit penurunan sebanyak dua poin menjadi 365 bila dibandingkan dengan siklus penilaian pada periode sebelumnya.

Jika menengok pada pencapaian secara keseluruhan di kancah internasional, wilayah B-S-J-Z di daratan Tiongkok beserta negara tetangga Singapura terbukti sukses mendominasi dengan meraih peringkat teratas dalam tes akademik PISA kali ini. Para pelajar yang berada di wilayah Tiongkok tersebut tampil sangat luar biasa dengan memperoleh rata-rata skor sains tertinggi secara global yang menembus hingga angka 597 poin.

Laporan mendalam dari PISA 2025 ini juga dengan jelas mengungkap adanya perbedaan tingkat capaian akademik menarik apabila membandingkan antara performa siswa perempuan dan siswa laki-laki di Tanah Air. Data statistik tersebut menunjukkan fakta bahwa siswi perempuan di Indonesia secara konsisten mampu meraih skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki pada ujian sains, membaca, maupun matematika.

Baca juga: Tren Gen Z Curhat ke AI, Waspada Bahaya Tersembunyi!

Selain berfokus pada capaian akademik yang bersifat utama, survei global ini turut menyoroti kecenderungan perilaku pelajar dalam menjawab berbagai soal ujian secara terburu-buru hingga menghasilkan jawaban akhir yang salah. Berdasarkan indikator respons siswa dalam asesmen tersebut, tercatat bahwa sekitar 6,6 persen dari total tanggapan pelajar Indonesia tergolong ke dalam kategori respons terburu-buru yang sayangnya tidak akurat atau keliru.

Peduli Lingkungan

Hal menarik lainnya dari publikasi tingkat dunia ini muncul dari hasil evaluasi khusus yang mengukur secara terperinci mengenai sikap serta komitmen para siswa di sekolah terhadap berbagai permasalahan iklim dan lingkungan global. Secara rata-rata, siswa Indonesia terbukti memperoleh pencapaian dengan mencatatkan skor 393 poin pada sub-skala penilaian ilmu lingkungan yang baru saja diperkenalkan dan dievaluasi secara resmi dalam siklus pengukuran tahun ini.

Tingkat kepedulian dari generasi muda Indonesia ini tentu saja patut mendapatkan apresiasi dalam upaya pelestarian alam. Tingginya antusiasme tersebut dibuktikan dengan validitas data di mana lebih dari 90 persen siswa Indonesia menyatakan ketertarikan untuk berkontribusi melindungi lingkungan melalui jalur karier profesional di masa depan.

Di sisi lain, kajian akademik PISA kali ini juga melihat aspek lingkungan sosial di sekolah yang menunjukkan bahwa para pelajar Indonesia melaporkan tingkat dukungan dari guru yang terbilang cukup positif. Walau demikian, indeks terkait dukungan keluarga pelajar di Indonesia justru berada pada zona negatif dengan besaran angka di level minus 0,60.

( ahm / ahm )

Komentar (0)