Erupsi Anak Krakatau Guncang Penerbangan, 7 Bandara Tutup hingga Senin Petang

Oleh Sir Arafat
Erupsi Anak Krakatau Guncang Penerbangan, 7 Bandara Tutup hingga Senin Petang
  • Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memaksa tujuh bandara di wilayah terdampak menghentikan sementara operasional penerbangan hingga Senin (7/9) pukul 18.
  • 00 WIB.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memaksa tujuh bandara di wilayah terdampak menghentikan sementara operasional penerbangan hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB. Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi setelah sebaran abu vulkanik dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Berdasarkan pembaruan informasi pada Senin pukul 08.59 WIB, bandara yang terdampak tersebar di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama, @otbansatu.

Tujuh bandara yang menghentikan sementara operasional penerbangan yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Radin Inten II Lampung (TKG), Halim Perdanakusuma (HLP), Husein Sastranegara Bandung (BDO), Budiarto Curug (RTO), Pondok Cabe (PCB), dan Bandara M. Taufik Kiemas (TFY). Seluruh bandara tersebut dijadwalkan menghentikan operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB.

Penutupan sementara dilakukan untuk mengantisipasi risiko abu vulkanik terhadap penerbangan. Material abu dapat mengganggu kinerja mesin dan sejumlah sistem pesawat serta mengurangi jarak pandang pilot.

Penerbangan Terganggu

Otoritas penerbangan juga telah menerbitkan NOTAM (Notice to Airmen) sebagai pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara operasional di sejumlah bandara. Kondisi tersebut berdampak pada perjalanan udara karena sejumlah penerbangan harus dibatalkan, ditunda, atau dialihkan ke bandara lain yang dinilai aman.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada Senin diimbau tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang tertera pada tiket. Mereka perlu memeriksa perkembangan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan pengelola bandara sebelum menuju lokasi keberangkatan.

Penumpang yang penerbangannya terdampak juga disarankan segera menghubungi maskapai masing-masing. Langkah tersebut diperlukan untuk memperoleh kepastian mengenai perubahan jadwal penerbangan atau opsi pengembalian dana tiket.

Gangguan operasional penerbangan ini menjadi bagian dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap aktivitas transportasi udara. Otoritas terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.

( sir / sir )

Komentar (0)