Oki & Nirmala Hidup Lagi, Legenda Bobo Naik Layar Lebar
- Setelah lebih dari setengah abad hidup di halaman Majalah Bobo, Oki dan Nirmala akhirnya bersiap “hidup” di layar lebar
- Proyek ini menarik karena mencoba membuktikan IP lokal berusia lebih dari 50 tahun masih bisa dibuat relevan bagi generasi baru
Setelah lebih dari setengah abad hidup di halaman Majalah Bobo, Oki dan Nirmala akhirnya bersiap “hidup” di layar lebar.
Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, bekerja sama dengan Grid Network–KG Media sebagai pemilik IP Majalah Bobo, resmi membawa karakter legendaris dari Negeri Dongeng tersebut menjadi film panjang.
Situs resmi Paragon Pictures sudah mencantumkan Oki & Nirmala sebagai feature film yang dijadwalkan hadir pada 2027.
Buat yang tumbuh bersama Bobo, nama Oki dan Nirmala tentu bukan karakter asing. Kisah petualangan mereka telah hadir sejak Majalah Bobo pertama kali terbit pada 14 April 1973.
Nirmala dikenal sebagai peri hutan berhati baik, sementara Oki merupakan kurcaci hijau yang jahil dan penuh rasa ingin tahu.
Selama puluhan tahun, petualangan keduanya bersama karakter seperti Pipiyot hingga Ratu Bidadari menjadi bagian dari memori masa kecil lintas generasi pembaca Indonesia.
Menariknya, perjalanan adaptasi ini bukan proyek yang muncul tiba-tiba. Sejak Januari 2022, Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, dan Grid Network–KG Media sudah mengumumkan rencana membawa Oki dan Nirmala ke format audiovisual.
Saat itu proyeknya diperkenalkan sebagai film serial, bahkan pencarian pemeran Oki dilakukan melalui open casting.
Empat tahun kemudian, proyek tersebut berkembang menjadi film layar lebar yang akan membawa salah satu IP legendaris Indonesia kepada generasi penonton baru.
Deretan pemainnya pun dibuat lintas generasi. Tissa Biani dipercaya menjadi Nirmala, sementara Azzamy Syauqi berperan sebagai Oki.
Ada pula Dea Panendra sebagai Pipiyot dan Titi Kamal sebagai Ratu Bidadari. Nama lain yang ikut bergabung antara lain Rey Bong, Anjasmara, Karina Salim, Tanta Ginting, Indra Birowo, Kala Madali, Diandra Agatha, dan Sheila Kusnadi.
Formasi ini membuat Negeri Dongeng bukan sekadar mengandalkan nostalgia, tetapi juga mempertemukan pemain senior dengan wajah-wajah muda.
Bagi Tissa Biani, menghidupkan Nirmala tentu membawa ekspektasi besar karena karakter tersebut sudah melekat di benak pembaca selama puluhan tahun.
Tissa sendiri merupakan pembaca Majalah Bobo dan mengaku sempat deg-degan ketika mendapat tawaran menjadi sang peri hutan.
Ia berharap interpretasinya tetap bisa diterima penggemar lama sekaligus dikenali generasi baru.
“Semoga tidak mengecewakan para penggemar Oki dan Nirmala,” ujar Tissa.
Ada pula nostalgia menarik dari Titi Kamal. Peran Ratu Bidadari ternyata bukan karakter yang benar-benar baru baginya, karena Titi pernah memainkan sosok tersebut dalam Operet Bobo “Rahasia Pika Pika Kuro” pada 2003.
Lebih dari dua dekade kemudian, ia kembali masuk ke Negeri Dongeng melalui versi layar lebar. Kehadirannya menjadi semacam jembatan antara mereka yang besar bersama Bobo pada era terdahulu dan anak-anak yang mungkin baru mengenal dunia Oki dan Nirmala lewat film ini.
Di balik layar, Hanung Bramantyo dipercaya menjadi sutradara, dengan skenario yang ditulis oleh Utiuts bersama Hanung.
Tantangannya tidak kecil karena dunia yang selama ini hidup lewat ilustrasi harus diterjemahkan menjadi film fantasi tanpa kehilangan rasa khasnya. Hanung pun punya alasan personal menerima proyek tersebut.
“Saya ingin membuat film yang bisa saya tonton bersama keluarga sendiri,” katanya.
Ia juga menyebut Oki & Nirmala sebagai kado untuk anak-anaknya sekaligus anak-anak Indonesia. Produksi Oki & Nirmala dijadwalkan mulai September 2026, sementara filmnya ditargetkan hadir di bioskop pada 2027.
Tanggal rilis spesifik belum diumumkan. Lebih dari sekadar memanfaatkan nostalgia, proyek ini menjadi menarik karena mencoba membuktikan bahwa IP lokal berusia lebih dari 50 tahun masih bisa dibuat relevan untuk generasi baru.
Setelah begitu lama menemani anak Indonesia melalui halaman Majalah Bobo, kini Oki dan Nirmala punya kesempatan membawa keajaiban Negeri Dongeng ke layar yang jauh lebih besar.
Sumber: Paragon Pictures, ANTARA
( fan / fan )
Komentar (0)