Megawati Bidik Jawa Timur Jadi “Kandang Banteng”, Kader Diminta Perkuat Akar Rumput
- Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membidik Jawa Timur kembali menjadi “Kandang Banteng” dengan target mendongkrak perolehan suara partai pada Pemilu 2029.
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membidik Jawa Timur kembali menjadi “Kandang Banteng” dengan target mendongkrak perolehan suara partai pada Pemilu 2029. Dia meminta seluruh kader memperkuat kerja politik di tingkat akar rumput dan menjadikan sejarah perjuangan Bung Karno sebagai energi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Dia berharap perolehan kursi legislatif PDI-P di Jawa Timur setidaknya dapat menyamai capaian partai pada Pemilu 2019.
“Perkuatlah akar rumput. Jadikan spirit penggemblengan Bung Karno sebagai sumber energi, khususnya di Jawa Timur,” ujar Megawati dalam siaran pers, Senin (24/8/2026). Dia menilai penguatan struktur dan basis massa menjadi kunci untuk mengembalikan dominasi PDI-P di Jawa Timur.
Megawati menyebut kekuatan PDI-P tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada ideologi, semangat perjuangan, dan kedekatan kader dengan masyarakat. Dia meminta seluruh kader menjaga hubungan dengan rakyat sebagai fondasi utama kerja politik partai.
Megawati juga mengingatkan kader mengenai sejarah militansi PDI-P di Jawa Timur, terutama ketika partai menghadapi tekanan politik pada era Orde Baru. Dia menilai sejumlah wilayah di Jawa Timur pernah menjadi simbol perlawanan dan kekuatan politik PDI-P.
“Ingat, ketika menghadapi tekanan Orde Baru pun, Jawa Timur hadir sebagai kekuatan pendobrak. Pandegiling dan Sukolilo menjadi bukti militansi arek-arek Banteng Jawa Timur,” katanya.
Presiden kelima RI itu kemudian meminta kader menjadikan pemikiran dan perjuangan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno sebagai pijakan dalam menjalankan tugas kepartaian. Menurut dia, warisan pemikiran Bung Karno harus diterjemahkan menjadi semangat perjuangan kader di tengah masyarakat.
Jejak Sejarah Bung Karno
Megawati menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis, baik secara historis maupun ideologis, dalam perjalanan pemikiran Bung Karno. Dia mengingatkan kader bahwa sejumlah daerah di Jawa Timur memiliki rekam jejak penting dalam proses pembentukan gagasan dan perjuangan Bung Karno.
“Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting. Karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini,” ujarnya.
Dia menyebut Surabaya, Mojokerto, dan Blitar sebagai wilayah yang menyimpan jejak perjuangan Bung Karno. Menurut Megawati, Surabaya bahkan memiliki posisi khusus dalam sejarah pembentukan nasionalisme Indonesia.
“Beliau sendiri menyebutkan Surabaya merupakan ‘Dapurnya Nasionalisme’,” pungkasnya.
( sir / sir )
Komentar (0)