Bitcoin Menembus US$74.000, Reli Kripto Kembali Memanas

Bitcoin Menembus US$74.000, Reli Kripto Kembali Memanas
Pixabay
  • Pemicu utama datang dari kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang.
  • Situs resmi Bitcoin menjelaskan bahwa penerbitan Bitcoin baru berlangsung dengan tingkat yang semakin menurun dan pada akhirnya dibatasi hingga 21 juta BTC.

Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Bitcoin dilaporkan menembus level US$74.000 per BTC, mencatat level tertinggi dalam sekitar 11 pekan.

Data pasar yang tersedia juga menunjukkan BTC sempat berada di kisaran US$74.000, menandai kelanjutan reli yang berlangsung sejak pertengahan pekan.

Penguatan tersebut melanjutkan momentum positif setelah Bitcoin sebelumnya berhasil kembali melewati US$70.000.

Pada 20 Agustus, Reuters mencatat Bitcoin naik 3,48 persen dan menembus US$70.000 untuk pertama kalinya sejak Juni. Kenaikan itu menjadi sinyal bahwa tekanan jual yang sebelumnya membebani pasar mulai mereda.

Salah satu pemicu utama datang dari kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang.

Kebijakan tersebut membantu menekan imbal hasil obligasi dan menciptakan sentimen yang lebih positif terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Namun, hubungan antara kebijakan tersebut dan kenaikan Bitcoin tetap merupakan interpretasi pasar, bukan jaminan bahwa harga akan terus naik.

Sentimen positif juga diperkuat perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Dukungan Presiden Donald Trump terhadap Clarity Act memunculkan harapan akan adanya kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri kripto.

Kepastian regulasi dinilai dapat mengurangi ketidakpastian yang selama ini menjadi salah satu pertimbangan investor institusional ketika memasuki pasar aset digital.

Selain faktor makroekonomi dan regulasi, aktivitas pasar turut mempercepat laju kenaikan Bitcoin. Laporan Investor's Business Daily menyebut reli tersebut juga disertai likuidasi posisi short dalam jumlah besar serta arus masuk ke produk ETF Bitcoin spot.

Kondisi seperti ini dapat memperkuat kenaikan harga dalam jangka pendek karena posisi bearish yang terpaksa ditutup menciptakan tambahan tekanan beli.

Dari sisi fundamental, Bitcoin memiliki karakteristik pasokan yang berbeda dibandingkan mata uang fiat.

Situs resmi Bitcoin menjelaskan bahwa penerbitan Bitcoin baru berlangsung dengan tingkat yang semakin menurun dan pada akhirnya dibatasi hingga 21 juta BTC.

Mekanisme halving yang berlangsung secara berkala membuat pasokan baru menjadi semakin terbatas dan terprediksi.

Meski demikian, menembus US$74.000 bukan berarti Bitcoin terbebas dari risiko koreksi.

Bitcoin merupakan aset yang sangat volatil, sementara sentimen pasar dapat berubah cepat mengikuti kebijakan moneter, kondisi likuiditas, regulasi, arus dana institusional, hingga aksi ambil untung.

Bahkan situs resmi Bitcoin sendiri menegaskan bahwa tidak ada jaminan harga Bitcoin akan selalu naik.

Dengan menembus US$74.000, Bitcoin kembali menjadi sorotan investor global dan menunjukkan betapa cepatnya sentimen dapat berubah di pasar kripto.

Jika momentum pembelian dan dukungan makro terus bertahan, level US$75.000 berpotensi menjadi perhatian berikutnya bagi pelaku pasar.

Namun, investor tetap perlu mencermati volatilitas dan melakukan keputusan berdasarkan analisis serta manajemen risiko, bukan semata-mata mengikuti euforia kenaikan harga.

Sumber: Reuters

( fan / fan )

Komentar (0)