TikTok Makin Ramai, Komentar Bisa Pakai Suara hingga 9 Foto!
- Dalam pengumuman resmi, platform milik ByteDance itu memperkenalkan empat pembaruan utama, yakni Voice Comments, Comment Polls, Photo Carousel Comments, dan Live Photo Comments
- TikTok ingin kolom komentar tidak lagi hanya berisi teks, tetapi menjadi ruang interaksi yang lebih ekspresif
TikTok kembali memperluas fungsi kolom komentarnya. Dalam pengumuman resmi pada 3 September 2026, platform milik ByteDance itu memperkenalkan empat pembaruan utama, yakni Voice Comments, Comment Polls, Photo Carousel Comments, dan Live Photo Comments.
TikTok ingin kolom komentar tidak lagi hanya berisi teks, tetapi menjadi ruang interaksi yang lebih ekspresif. Perusahaan menyebut lebih dari 1,7 miliar komentar dibagikan di TikTok setiap harinya.
Salah satu yang paling menarik adalah Voice Comments atau komentar suara. Pengguna cukup mengetuk ikon mikrofon di kotak komentar lalu merekam pesan suara dengan durasi maksimal 60 detik.
Setelah diunggah, pengguna lain bisa mengetuk komentar tersebut untuk mendengarkannya.
“Kini, kami membawa energi yang sama ke kolom komentar dengan Voice Comments,” kata TikTok dalam pengumumannya, seperti dikutip ANTARA.
Voice Comments bukan hanya ditujukan untuk berbicara biasa. TikTok mencontohkan fitur ini dapat digunakan ketika pengguna ingin tertawa menanggapi meme, ikut bernyanyi bersama kreator, atau memberikan reaksi spontan tanpa harus mengetik.
Namun aksesnya memiliki batasan umur: Voice Comments akan digulirkan secara global secara bertahap selama sekitar satu bulan ke depan untuk akun pengguna berusia 18 tahun ke atas. Komentar suara juga tetap tunduk pada Pedoman Komunitas TikTok.
Pembaruan kedua adalah Comment Polls, yang memungkinkan kreator membuat jajak pendapat langsung di kolom komentar video miliknya sendiri.
Kreator tinggal mengetuk ikon polling, kemudian menyediakan hingga lima pilihan jawaban dan menentukan berapa lama pemungutan suara berlangsung.
Hasilnya dapat dipantau secara langsung di kolom komentar, sehingga kreator bisa melihat kecenderungan pilihan audiens secara real time. Fitur Comment Polls sudah tersedia secara global.
TikTok mengatakan polling tersebut dapat dipakai untuk melibatkan followers dalam berbagai keputusan, mulai dari memilih pakaian, menentukan makanan yang akan dibuat, sampai meminta audiens memilih ide video berikutnya.
“Para kreator selalu menemukan cara unik dan menarik untuk mengubah kolom komentar jadi perbincangan dengan penontonnya,” tulis TikTok dalam keterangan resminya.
Dengan fitur ini, interaksi kreator dan penonton bisa berlangsung tanpa perlu membuat video atau unggahan polling terpisah.
Pembaruan berikutnya adalah Photo Carousel Comments. Jika sebelumnya pengguna hanya bisa memasukkan satu foto dalam sebuah komentar, kini TikTok memungkinkan hingga sembilan foto sekaligus dalam satu komentar.
Misalnya, seseorang yang melihat video perjalanan bisa membalasnya dengan kumpulan foto liburannya sendiri tanpa perlu mengunggah gambar satu per satu. Photo Carousel Comments akan digulirkan secara global secara bertahap selama sekitar satu bulan setelah pengumuman.
TikTok juga menghadirkan Live Photo Comments. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengambil Live Photo langsung dari galeri atau camera roll dan memasukkannya ke kolom komentar.
Berbeda dari gambar diam biasa, Live Photo akan memperlihatkan gerakan singkat sehingga pengguna lain mendapatkan preview momen tersebut sebelum melihat gambarnya secara penuh.
Berbeda dengan Photo Carousel yang masih diluncurkan bertahap, Live Photo Comments disebut TikTok sudah tersedia secara global.
Dengan empat pembaruan ini, kolom komentar TikTok semakin menyerupai ruang konten tersendiri: pengguna bisa menulis teks, mengunggah foto, memakai video sticker, mengirim suara hingga satu menit, membuat polling lima pilihan, memasukkan sembilan foto sekaligus, hingga membagikan Live Photo.
Peluncurannya memang tidak seragam di semua akun, Comment Polls dan Live Photo Comments sudah tersedia global, sementara Voice Comments serta Photo Carousel Comments masih digulirkan bertahap.
Jadi, jika fitur tersebut belum muncul di akun pengguna Indonesia, kemungkinan aksesnya masih menunggu proses rollout dari TikTok.
Sumber: TikTok Newsroom
( fan / fan )
Komentar (0)