Meta Tantang ChatGPT Lewat Muse
- Muse dirancang untuk bertindak sebagai 'asisten digital' yang mampu mengatur tugas, membuat rencana, menjelajah internet, mengelola dokumen, hingga membantu aktivitas sehari-hari pengguna
- Meta menyatakan data percakapan dan informasi pengguna di dalam sistem Muse tidak digunakan untuk sistem iklan perusahaan
JAKARTA — Meta resmi memasuki era baru kecerdasan buatan dengan meluncurkan Muse, sebuah AI agent pribadi yang dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan digital secara mandiri.
Teknologi ini menjadi langkah besar Meta dalam persaingan AI global melawan perusahaan seperti OpenAI dan Google.
Berbeda dengan chatbot AI biasa, Muse dirancang untuk bertindak sebagai 'asisten digital' yang mampu mengatur tugas, membuat rencana, menjelajah internet, mengelola dokumen, hingga membantu aktivitas sehari-hari pengguna.
Meta menyebut Muse sebagai bagian dari visi perusahaan menuju personal superintelligence, yaitu AI yang dapat membantu manusia mengejar tujuan pribadi mereka.
Menurut Meta, Muse dapat bekerja melalui aplikasi khusus maupun terintegrasi dengan layanan seperti WhatsApp.
Pengguna cukup memberikan instruksi, lalu AI ini dapat membantu melakukan berbagai pekerjaan seperti menyusun jadwal, membuat dokumen, mengisi formulir, mencari informasi, hingga membantu proses pembelian secara online.
“Muse bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi benar-benar membantu menyelesaikan pekerjaan. Muse membantu orang mengurangi beban tugas, mengubah tujuan menjadi rencana aksi, dan mengambil langkah untuk mewujudkannya.” ujar Meta dalam pengumuman resminya.
Salah satu kemampuan utama Muse berasal dari teknologi Muse Secure VM, yaitu sistem komputer virtual khusus yang dibuat Meta agar AI dapat menjalankan tugas secara lebih aman.
Dengan teknologi ini, Muse memiliki lingkungan kerja sendiri untuk membuka browser, mengakses layanan tertentu, dan menjalankan tugas digital tanpa langsung bercampur dengan sistem utama pengguna.
Meta juga menekankan aspek keamanan dan privasi dalam pengembangan Muse. Pengguna dapat menentukan aplikasi apa saja yang boleh diakses AI, mengatur tingkat izin, serta meminta Muse melupakan informasi tertentu.
Meta menyatakan data percakapan dan informasi pengguna di dalam sistem Muse tidak digunakan untuk sistem iklan perusahaan.
Namun, kehadiran AI agent seperti Muse juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait kepercayaan pengguna.
Kemampuan AI untuk mengakses aplikasi, melakukan pembelian, membaca informasi, dan mengambil keputusan atas nama pengguna membuat isu privasi serta keamanan data menjadi perhatian besar dalam adopsi teknologi ini.
Dengan Muse, Meta ingin mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Jika sebelumnya pengguna harus membuka banyak aplikasi dan melakukan berbagai langkah secara manual, ke depan AI agent seperti Muse berpotensi menjadi 'asisten pribadi digital' yang bekerja di belakang layar untuk membantu kehidupan sehari-hari.
Sumber: Meta Official, Reuters
( fan / fan )
Komentar (0)