OTT Bupati Muara Enim: Suap Proyek, Uang Ratusan Juta Disita, 10 Orang Diamankan
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar kepala daerah. Kali ini, giliran Bupati Muara Enim, Edison, yang
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar kepala daerah. Kali ini, giliran Bupati Muara Enim, Edison, yang diamankan bersama sejumlah pihak dalam operasi senyap yang berlangsung di Sumatera Selatan dan Jakarta.
OTT tersebut dilakukan pada Senin (8/6) dan menjaring sedikitnya 10 orang. Dari jumlah itu, lima orang berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk bupati, sementara lima lainnya merupakan pihak swasta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut operasi ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta. "Terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta," kata Budi kepada wartawan saat menjelaskan konstruksi awal perkara yang sedang didalami penyidik.
Menurut KPK, dugaan transaksi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan proyek-proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
"Terkait pengadaan-pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim," ujar Budi, menegaskan bahwa fokus penyelidikan mengarah pada proses pengadaan barang dan jasa daerah.
Selain mengamankan para pihak, penyidik juga menemukan uang tunai yang diduga terkait perkara tersebut. "Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah," kata Budi.
KPK masih menelusuri asal-usul uang tersebut dan peran masing-masing pihak yang diamankan. Hingga pemeriksaan berlangsung, para pihak yang terjaring OTT masih berstatus terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam keterangannya, Budi juga mengungkapkan bahwa tim penindakan masih bekerja mengumpulkan bukti tambahan.
"Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya," ujarnya, seraya menegaskan bahwa ekspose perkara akan menentukan konstruksi hukum dan pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Kasus ini kembali menempatkan Muara Enim dalam sorotan publik setelah daerah tersebut sebelumnya pernah terseret perkara korupsi yang melibatkan pejabat daerah. Bagi KPK, OTT ini menjadi bagian dari upaya menekan praktik suap dan korupsi dalam sektor pengadaan yang selama ini dianggap sebagai salah satu titik rawan penyalahgunaan kewenangan di pemerintah daerah.
Fakta-Fakta OTT Bupati Muara Enim
Bupati Muara Enim Edison diamankan dalam OTT KPKpada 8 Juni 2026.
Sebanyak 10 orang diamankan, terdiri dari lima unsur Pemkab Muara Enim dan lima pihak swasta.
OTT berlangsung di Jakarta dan Sumatera Selatan."Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan 10 orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan," kata Budi Prasetyo.
Perkara diduga berkaitan dengan suap pengadaan barang dan jasadi lingkungan Pemkab Muara Enim.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiahsebagai barang bukti awal.
Dugaan penerimaan dilakukan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta.
KPK masih mendalami konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak.
Status hukum para pihak akan ditentukan setelah pemeriksaan intensif dalam batas waktu 1x24 jam.
OTT Muara Enim menjadi salah satu operasi tangkap tangan KPK yang menyoroti sektor pengadaan daerah pada 2026.
Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang berhadapan dengan KPK melalui mekanisme OTT, yang selama ini menjadi instrumen utama lembaga antirasuah dalam mengungkap praktik suap yang tertangkap tangan.