Ed Sheeran Kena Efek Domino ‘Free Palestine’
- Finneas, Lukas Graham, penyanyi Irlandia Aaron Rowe, serta band folk Irlandia Beoga memilih meninggalkan rangkaian tur Sheeran.
- Classic Hits Radio di Irlandia mengumumkan bahwa lagu-lagu Ed Sheeran dikeluarkan dari playlist ‘untuk sementara waktu’.
JAKARTA — Gelombang kontroversi tengah menghantam Ed Sheeran setelah rapper Macklemore dicoret dari rangkaian Loop Tour seusai menyuarakan dukungan kepada Palestina.
Saat menjadi pembuka konser Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4–5 September 2026, Macklemore meneriakkan “Free Palestine”, berbicara tentang penderitaan warga Gaza dan Tepi Barat, serta membawakan lagu protes Hind’s Hall.
Pernyataan tersebut kemudian memicu keberatan dari sejumlah pemilik stadion dan Israeli-American Council. Promotor Messina Touring Group akhirnya mencoret Macklemore dari delapan jadwal tersisa yang semestinya ia isi.
Menurut promotor, beberapa venue memberi tahu bahwa konser tidak akan diizinkan berlangsung apabila Macklemore tetap berada dalam daftar penampil.
Salah satu pihak yang secara terbuka menolak kehadirannya adalah pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, yang menyatakan keberatannya berkaitan dengan komentar Macklemore dan apa yang ia nilai sebagai riwayat retorika serta citra antisemitik.
Macklemore membantah bahwa kritiknya terhadap kebijakan Israel merupakan antisemitisme.
Sheeran kemudian buka suara pada 15 September. Ia mengatakan pencoretan Macklemore merupakan keputusan promotor dan venue, bukan keputusan pribadinya, sekaligus menegaskan bahwa ia memilih tidak menjadikan konser sebagai arena politik.
“Saya tidak terlibat. Saya punya pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini, hanya saja saya memilih tidak menyampaikannya secara publik,” tulis Sheeran dalam pernyataannya.
Ia mengatakan telah mencoba menjembatani pihak-pihak yang berselisih, tetapi keputusan venue dan promotor tetap final.
Namun, penjelasan tersebut justru diikuti efek domino besar. Finneas, Lukas Graham, penyanyi Irlandia Aaron Rowe, serta band folk Irlandia Beoga memilih meninggalkan rangkaian tur Sheeran.
Finneas menyatakan seniman tidak boleh dibungkam ketika berbicara untuk kelompok yang tertindas, sedangkan Rowe dan Beoga mengaitkan keputusan mereka dengan pengalaman sejarah Irlandia dan solidaritas terhadap Palestina.
Beoga bahkan sebelumnya ikut bermain bersama Sheeran di tengah pertunjukannya, sehingga kepergian mereka bukan sekadar hilangnya artis pembuka.
Tekanan kemudian meluas dari panggung ke publik. Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI) menyerukan agar Macklemore dikembalikan ke tur dan mendorong artis, penonton, serta kru untuk memboikot tur tersebut selama persoalan itu belum diselesaikan.
Sejumlah penggemar di Philadelphia juga mulai mencoba menjual kembali tiket menjelang konser Sheeran berikutnya.
Kontroversi ini membuat sikap “apolitis” Sheeran menjadi sasaran perdebatan karena para pengkritiknya menilai keputusan tetap melanjutkan tur pada akhirnya tidak terlepas dari konsekuensi politik pencoretan Macklemore.
Efeknya bahkan sudah merambah radio dan media sosial. Classic Hits Radio di Irlandia mengumumkan pada 17 September bahwa lagu-lagu Ed Sheeran dikeluarkan dari playlist ‘untuk sementara waktu’, setelah menerima reaksi dari pendengar terkait kasus Macklemore dan keluarnya Aaron Rowe serta Beoga.
Euronews, mengutip data Social Blade, juga melaporkan Sheeran kehilangan lebih dari 260 ribu pengikut Instagram dalam tiga hari, sementara Macklemore dan musisi yang meninggalkan tur justru memperoleh lonjakan pengikut.
Di sisi lain, fakta tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa Sheeran secara pribadi pro-Israel. Ia menyatakan prihatin terhadap penderitaan di kedua pihak dan mengaku mengupayakan bantuan kemanusiaan.
Setelah Macklemore mengumumkan donasi US$1 juta dari penghasilannya untuk enam organisasi yang membantu Palestina, termasuk UNRWA, Sheeran juga meminta Kraft ikut mengeluarkan dana bantuan.
Associated Press melaporkan Kraft kemudian menyatakan bersedia memberikan dana tandingan, sementara Sheeran berupaya mengajak pemilik venue lain ikut menyumbang.
Sampai 18 September 2026, konsekuensinya tetap nyata: Macklemore keluar, Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe dan Beoga mundur, muncul seruan boikot, satu radio Irlandia menghentikan pemutaran lagu Sheeran, sebagian fans mencoba melepas tiket, dan ratusan ribu pengikut media sosialnya dilaporkan pergi.
Loop Tour dijadwalkan kembali berjalan di Philadelphia pada 19 September, sementara hingga laporan terbaru belum diumumkan siapa yang akan menggantikan deretan artis yang mundur.
Dari panggung yang awalnya ingin dijauhkan Sheeran dari politik, kasus ‘Free Palestine’ justru menjadikan turnya salah satu pusat perdebatan terbesar soal Palestina dan kebebasan berekspresi di industri musik saat ini.
Sumber: Reuters, AP, Euronews
( fan / fan )
Komentar (0)