Baku Tembak di Yahukimo, 4 Anggota Kelompok Eden Sawi Tewas

Oleh Sir Arafat
Baku Tembak di Yahukimo, 4 Anggota Kelompok Eden Sawi Tewas
  • Empat anggota kelompok bersenjata pimpinan Eden Sawi
  • tewas dalam kontak tembak dengan personel Satgas
  • Operasi Damai Cartenz di Dekai Yahukimo Papua

Empat anggota kelompok bersenjata pimpinan Eden Sawi tewas dalam kontak tembak dengan personel Satgas Operasi Damai Cartenz di Dekai, Yahukimo, Papua, Selasa (1/9). Penindakan itu dilakukan setelah aparat mendeteksi rencana konsolidasi kelompok tersebut di sebuah rumah singgah di kawasan Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Dekai.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani mengatakan personel gabungan mendatangi lokasi sekitar pukul 16.35 WIT. Saat tiba, petugas mendapat serangan dari anggota kelompok Eden Sawi yang berjaga di sekitar lokasi.

Faizal mengatakan personel telah memberikan tembakan peringatan ke udara sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan dan sejumlah anggota kelompok bersenjata melarikan diri ke arah hutan sambil membawa senjata api serta terus menembaki petugas.

"Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan masih berlangsung. Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Faizal dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).

Dalam penindakan tersebut, empat anggota Batalyon Eden Sawi dilaporkan tewas. Jenazah keempatnya kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.

"Berdasarkan hasil identifikasi awal, tiga dari empat jenazah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sementara identitas satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi," tuturnya.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penindakan. Barang tersebut terdiri atas satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan tiga unit telepon seluler.

Selain empat korban tewas, enam orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok Batalyon Eden Sawi turut diamankan. Keenamnya masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.

Mereka bersama barang bukti kemudian dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompok bersenjata tersebut.

"Enam orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Kami masih mendalami identitas, aktivitas, peran, dan keterkaitan masing-masing. Jadi, prosesnya masih berjalan dan kami tidak akan terburu-buru menyimpulkan status mereka sebelum pemeriksaan selesai," tuturnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di Yahukimo. Aparat juga mengaitkan operasi tersebut dengan sejumlah daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus kekerasan di wilayah itu.

Salah satu perkara yang menjadi perhatian ialah dugaan pembunuhan terhadap Yonathan Arruan dan Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Yahukimo. Perkara tersebut tercantum dalam DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim.

Selain itu, penindakan berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk pada 21-22 Maret 2025. Kasus tersebut tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim.

Yusuf mengatakan pengamanan di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan. Dia menegaskan setiap langkah aparat tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.

"Penindakan ini merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana dan mengancam keamanan masyarakat," katanya.

( sir / sir )

Komentar (0)