Messi Pensiun Lagi, Era Sang Kapten Berakhir!

Oleh f.andrian
Messi Pensiun Lagi, Era Sang Kapten Berakhir!
  • Lionel Messi akhirnya resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional Argentina
  • Messi menutup karier internasionalnya dengan catatan luar biasa: 207 penampilan dan 125 gol untuk Argentina

Lionel Messi akhirnya resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional Argentina. Bintang berusia 39 tahun itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin, 31 Agustus 2026, setelah lebih dari dua dekade mengenakan seragam Albiceleste.

Keputusan tersebut sekaligus menutup salah satu era paling bersejarah dalam sepak bola Argentina. AFA pun secara resmi memberikan penghormatan kepada sang kapten yang membawa negaranya kembali ke puncak sepak bola dunia.

Messi menyampaikan keputusan tersebut melalui sebuah surat emosional yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial.

Dalam pesannya, pemain Inter Miami itu mengaku telah memikirkan masa depannya secara mendalam sejak Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

“Setelah banyak memikirkannya, saya ingin memberi tahu semua orang bahwa saya pensiun dari tim nasional,” tulis Messi dalam surat perpisahannya, sebagaimana dipublikasikan AFA.

Keputusan itu datang setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia. Albiceleste kembali mencapai final Piala Dunia 2026, tetapi harus menyerah 0-1 dari Spanyol setelah perpanjangan waktu.

Laga tersebut akhirnya menjadi penampilan terakhir Messi bersama Argentina. Meski gagal menutup karier internasional dengan trofi Piala Dunia kedua, Messi meninggalkan tim nasional dengan status sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola.

Dalam perpisahannya, Messi juga memberikan sinyal bahwa keputusan tersebut bukan sekadar akibat dari kekalahan di final.

Ia merasa telah memberikan seluruh kemampuan yang dimilikinya sekaligus melihat sudah waktunya generasi berikutnya mengambil alih.

“Saya sudah memberikan semuanya, saya tidak punya lagi untuk diberikan, dan ada pemain-pemain hebat di belakang yang pantas mendapat kesempatan,” ungkap Messi dalam pesan perpisahannya, diterjemahkan dari pernyataan yang dipublikasikan FIFA.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya Messi menyatakan pensiun dari Timnas Argentina. Pada 2016, setelah Argentina kalah dari Chile melalui adu penalti pada final Copa America Centenario, Messi juga sempat menyatakan kariernya bersama tim nasional telah berakhir.

Namun, keputusan itu hanya bertahan sekitar 66 hari. Ia kemudian kembali membela Albiceleste dan justru memulai perjalanan yang akhirnya mengubah total warisannya bersama Argentina.

Keputusan untuk kembali pada 2016 terbukti menjadi salah satu titik terpenting dalam karier Messi. Setelah berkali-kali gagal di final, ia akhirnya membawa Argentina menjuarai Copa America 2021, disusul Finalissima 2022, kemudian pencapaian terbesar dengan mengangkat trofi Piala Dunia Qatar 2022.

Messi kembali membawa Argentina menjuarai Copa America pada 2024, membuat periode terakhir karier internasionalnya berubah menjadi era penuh gelar.

Messi menutup karier internasionalnya dengan catatan luar biasa: 207 penampilan dan 125 gol untuk Argentina, menjadikannya pemegang rekor penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak negaranya.

Perjalanan yang dimulai sejak debut bersama tim senior Argentina pada 2005 akhirnya berlangsung lebih dari 20 tahun.

Dari sosok yang dahulu dikritik karena dianggap tak mampu menyamai kesuksesannya bersama Barcelona, Messi berubah menjadi kapten yang membawa Argentina kembali menjadi juara dunia.

Pensiunnya Messi kali ini pun terasa jauh berbeda dengan 2016. Jika satu dekade lalu ia mundur dalam kondisi kecewa karena belum pernah meraih trofi besar bersama tim senior Argentina, kini Messi pergi sebagai juara dunia, dua kali juara Copa America, juara Finalissima, serta pemegang berbagai rekor bersama Albiceleste.

Sang nomor 10 akhirnya meninggalkan Timnas Argentina setelah nyaris mendapatkan semuanya menutup sebuah perjalanan yang penuh kegagalan, kebangkitan, penebusan, dan pada akhirnya, kejayaan.

Sumber: AFA, FIFA

( fan / fan )

Komentar (0)