Gibran Kecam Pegawai SPPG yang Ejek Korban MBG
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecam keras aksi karyawan SPPG Bantul yang mengejek korban keracunan MBG melalui video viral.
- BGN DIY telah memberikan teguran kepada SPPG Dlingo dan pegawai pengawas keuangan yang membuat video tersebut.
JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecam keras tindakan seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang mengejek korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kritik itu disampaikan Gibran melalui unggahan resmi di akun Instagram @gibran_rakabuming pada Minggu (20/9).
"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," tulis Gibran.
Unggahan tersebut juga menampilkan video karyawan SPPG yang memakan ayam katsu, disandingkan dengan rekaman Gibran saat mengunjungi korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara. Dalam keterangannya, Gibran menyebut Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua korban asal Kabupaten Karo yang sempat mengalami hilang ingatan, kini sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali," ujar Gibran.
Video pegawai bernama Gerardus Permanaditya itu viral karena memuat guyonan soal hilang ingatan usai mengonsumsi ayam katsu. Koordinator Regional BGN Daerah Istimewa Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko, membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah pegawai SPPG di Dlingo, Bantul, dengan posisi sebagai pengawas keuangan.
"Betul (pembuat video karyawan SPPG di Dlingo), yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan," kata Gagat.
Gagat menyatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan. Belakangan, Gerard membuat video klarifikasi yang menyatakan bahwa video tersebut dibuat murni untuk hiburan saat menyantap katsu sisa kemarin yang dinilainya masih layak makan. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyinggung program MBG maupun para korban musibah di Sumatra.
( vir / vir )
Komentar (0)