Gelombang Penutupan Sementara Dapur SPPG Meluas di Berbagai Daerah, Masalah Anggaran hingga Sanksi Jadi Pemicu

Oleh f.andrian
TL;DR
  • Keberlangsungan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah mulai menemui ganjalan serius. Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP

Keberlangsungan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah mulai menemui ganjalan serius. Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan menghentikan operasionalnya secara temporer sejak awal Juni 2026.

Fenomena penutupan sementara ini terjadi secara masif di beberapa wilayah, mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan, yang berimbas pada terhentinya pasokan makanan gratis bagi ribuan siswa sekolah serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B).

Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, di mana puluhan dapur SPPG di berbagai kabupaten/kota serentak setop beroperasi akibat belum cairnya dana Virtual Account (VA) dari pusat.

Berdasarkan pendataan di lapangan, wilayah terdampak di antaranya meliputi Kabupaten Aceh Besar (27 dapur), Aceh Barat (10 dapur), Nagan Raya (6 dapur), Aceh Selatan (7 dapur), Kota Langsa (6 dapur), dan Kota Sabang (2 dapur).

Mandeknya anggaran ini membuat para penyuplai lokal menghentikan pasokan bahan baku karena belum menerima pembayaran operasional.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Jawa Tengah, seperti di Kabupaten Demak dan Kabupaten Brebes. Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Demak, Muzani Ali Sadikin, membenarkan terjadinya penutupan massal sementara puluhan unit operasional di wilayah kerjanya akibat kendala administratif pencairan dana Bantuan Pemerintah (Banper).

"Hari ini yang berhenti operasional sementara akibat dana belum cair di Kabupaten Demak ada 30 SPPG," kata Muzani Ali Sadikin melalui keterangan tertulisnya.

Bergeser ke Kalimantan Timur, kendala teknis pencairan anggaran ini turut melumpuhkan operasional dapur di Kota Bontang, salah satunya dapur SPPG Bontang Utara 2 yang melayani 2.528 penerima manfaat.

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, mengonfirmasi bahwa pihak pengelola terpaksa mengambil keputusan untuk berhenti sementara demi menghindari risiko finansial yang lebih besar akibat keterlambatan pasokan dana operasional dari pusat.

"Benar beberapa dapur berhenti beroperasi. Karena persoalan teknis pembayaran dari pusat. Waktunya kami belum tahu sampai kapan. Tapi semoga saja bisa secepatnya," ujar Surya Dwi Saputra saat dikonfirmasi mengenai mandeknya anggaran dapur MBG.

Selain faktor keterlambatan anggaran, penutupan dapur SPPG di beberapa daerah juga dipicu oleh sanksi tegas pembekuan sementara (suspend) oleh BGN dan masalah kesehatan.

Di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sebanyak 18 dari 129 SPPG resmi di-suspendoleh BGN karena kedapatan melanggar aturan standar baku, seperti melakukan monopoli suplier bahan baku yang merugikan UMKM lokal, serta sarana prasarana yang tidak memenuhi standar kelayakan.

Sementara itu, di Kabupaten Bangkalan, Madura, satu dapur terpaksa ditutup sementara menyusul adanya kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa sekolah.

Menanggapi gelombang penutupan dapur pelayanan gizi di berbagai daerah tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, langsung memberikan klarifikasi resmi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia menegaskan bahwa kabar penghentian permanen penyaluran dana program MBG adalah informasi yang tidak benar (hoaks) dan memastikan operasional di daerah akan segera kembali normal setelah proses pencairan rampung secara bertahap.

"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari, semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional. Jadi, memang ada beberapa yang apa namanya, yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan. Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja," tegas Nanik S. Deyang dalam konferensi persnya.

BGN menyatakan terus melakukan evaluasi ketat dan koordinasi intensif bersama seluruh koordinator wilayah dan perbankan agar sisa anggaran operasional yang sempat tertahan dapat segera masuk ke rekening virtual masing-masing SPPG minggu ini.

Bagi wilayah yang SPPG-nya terkena sanksisuspend, pihak BGN mengalihkan sementara pelayanan pemberian makanan gratis ke dapur SPPG terdekat lainnya agar hak pemenuhan gizi para siswa di daerah tidak terputus terlalu lama.

Sumber: Kompas.com, Tribunnews, Press Release BGN