Mayoritas Publik Tahu Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, tapi Soal Tepat Sasaran Masih Jadi PR
- Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait persepsi publik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Mak
Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait persepsi publik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Survei yang digelar pada periode 11–17 Mei 2026 ini memotret tingkat popularitas, kepuasan, hingga kritik masyarakat terhadap program tersebut.
Berikut adalah poin-poin utama dari temuan Poltracking:
1. Popularitas Tinggi dan Tingkat Kepuasan Publik
Program MBG terbukti sangat populer di tengah masyarakat. Dari total 1.220 responden yang diwawancarai:
92,1% respondenmengaku sudah mengetahui adanya program MBG.
Dari kelompok yang tahu tersebut,55,6% menyatakan puasdengan jalannya program.
Sebaliknya, ada41,2% respondenyang merasa kurang puas atau bahkan sangat tidak puas.
Selain itu, tercatat sekitar 57,9% dari responden yang tahu program ini memiliki anggota keluarga yang langsung menjadi penerima manfaat MBG.
2. Keberlanjutan Program: Didukung atau Dihentikan?

Mengenai masa depan program ini, suara publik cenderung terbelah meski mayoritas masih menginginkannya berjalan terus:
51,9% respondenmenilai program MBG penting untuk dilanjutkan.
35,3% respondenmeminta agar program ini dihentikan.
12,8% respondensisanya memilih untuk tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.
3. Catatan Merah: Distribusi Belum Tepat Sasaran
Satu keluhan utama yang menjadi sorotan dalam survei ini adalah masalah ketepatan sasaran distribusi bantuan.
"Secara umum pendapat publik yang kami wawancara, 46,3 persen menilai MBG belum tepat sasaran, sementara yang menganggap sudah tepat sasaran berada di angka 45,3 persen," ujar Peneliti Poltracking, Masduri Amrawi, dalam konferensi pers daring, Kamis (4/6/2026).

4. Menjadi Program Prioritas Paling Bermanfaat
Meski diterpa kritik soal ketepatan sasaran, MBG rupanya tetap bertengger di posisi teratas sebagai program pemerintah yang dinilai paling bermanfaat oleh masyarakat. MBG berhasil mengungguli beberapa program sosial dan kesehatan lainnya:

Metodologi Survei
Survei Poltracking Indonesia ini melibatkan warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih (berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah). Menggunakan metodemultistage random sampling, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung dengan 1.220 responden di seluruh wilayah Indonesia. Survei ini memiliki nilaimargin of errorsekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.