Bukan Cuma Air Putih! Ini Minuman yang Bisa Bantu Maksimalkan Performa Sebelum Olahraga

Oleh f.andrian
TL;DR
  • Banyak orang fokus memilih makanan sebelum berolahraga, tetapi sering kali melupakan pentingnya minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Padahal, tubuh yang terhidra

Banyak orang fokus memilih makanan sebelum berolahraga, tetapi sering kali melupakan pentingnya minuman yang dikonsumsi sebelumnya.

Padahal, tubuh yang terhidrasi dengan baik dan mendapatkan asupan cairan yang tepat dapat membantu menjaga stamina, meningkatkan fokus, serta mengoptimalkan performa selama beraktivitas fisik. Oleh karena itu, memilih minuman sebelum olahraga tidak boleh dilakukan sembarangan.

1. Air Putihtetap menjadi pilihan utama yang direkomendasikan oleh para ahli. American College of Sports Medicine (ACSM) menyarankan agar tubuh sudah berada dalam kondisi terhidrasi sebelum memulai aktivitas fisik.

Memenuhi kebutuhan cairan beberapa jam sebelum berolahraga membantu menjaga keseimbangan elektrolit, mengurangi risiko dehidrasi, dan mendukung kinerja otot selama latihan, terutama saat cuaca panas atau durasi olahraga cukup panjang.

2. Kopi Hitamdapat menjadi pilihan bagi Anda yang berolahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kandungan kafein di dalam kopi telah terbukti mampu meningkatkan kewaspadaan, mengurangi rasa lelah, dan memperbaiki performa pada berbagai jenis olahraga.

Berdasarkan rekomendasi International Society of Sports Nutrition (ISSN), konsumsi kafein dalam dosis sekitar 3–6 mg per kilogram berat badan, sekitar satu jam sebelum olahraga, dapat memberikan manfaat bagi sebagian besar individu.

3. Teh Hijaujuga layak dipertimbangkan. Minuman ini mengandung kafein dalam jumlah lebih rendah dibanding kopi, sehingga cocok bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.

Selain itu, teh hijau kaya akan antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif akibat aktivitas fisik yang intens.

4. Minuman Olahraga (Sports Drink)menjadi pilihan yang tepat untuk olahraga berdurasi lebih dari satu jam atau latihan berintensitas tinggi yang menyebabkan banyak keringat.

Minuman ini mengandung karbohidrat dan elektrolit seperti natrium yang membantu mempertahankan keseimbangan cairan tubuh sekaligus menyediakan energi tambahan. Namun, untuk olahraga ringan dengan durasi kurang dari satu jam, air putih umumnya sudah mencukupi.

5. Smoothie Buahbisa menjadi alternatif sebelum berolahraga, terutama jika dikonsumsi sekitar satu hingga dua jam sebelumnya.

Kombinasi buah seperti pisang, stroberi, atau mangga dengan yogurt rendah lemak dapat menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi, sekaligus memberikan sedikit protein yang membantu mendukung fungsi otot.

Pastikan porsinya tidak berlebihan agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman saat bergerak.

6. Air Kelapasering dipilih sebagai minuman alami sebelum olahraga karena mengandung elektrolit seperti kalium dan magnesium.

Meski kandungan natriumnya tidak setinggi minuman olahraga komersial, air kelapa tetap dapat membantu menjaga hidrasi, terutama untuk aktivitas fisik ringan hingga sedang.

Minuman ini juga menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan alternatif alami tanpa tambahan pewarna atau pemanis buatan.

7. Jus Bit (Beetroot Juice)merupakan salah satu minuman yang semakin populer di kalangan atlet. Kandungan nitrat alami di dalam bit dapat membantu meningkatkan produksi oksida nitrat, yang berperan dalam memperlancar aliran darah ke otot sehingga penggunaan oksigen menjadi lebih efisien.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus bit sebelum olahraga dapat membantu meningkatkan daya tahan, terutama pada aktivitas aerobik seperti berlari dan bersepeda.

Memilih minuman yang tepat sebelum olahraga sebaiknya disesuaikan dengan jenis latihan, durasi, serta kondisi tubuh masing-masing.

Untuk aktivitas ringan, air putih umumnya sudah memadai. Namun, jika Anda menjalani latihan dengan intensitas tinggi atau berdurasi panjang, pilihan seperti kopi hitam, minuman olahraga, atau jus bit dapat menjadi pendukung performa, selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan tidak berlebihan.

Sumber: PubMed Central, ACSM