Bedazzling Comeback: Gen Z Bikin Kilau Y2K Bersinar Lagi
- Bedazzling, gaya menghias pakaian dan aksesori dengan rhinestone, kristal, atau permata imitasi, kembali mencuri perhatian.
- Tren ini juga sejalan dengan pergeseran industri menuju fashion yang lebih personal dan ekspresif.
Setelah lama tenggelam di balik tren minimalis, bedazzling, gaya menghias pakaian dan aksesori dengan rhinestone, kristal, atau permata imitasi, kembali mencuri perhatian.
Dari jeans, tas, phone case, hingga kuku, benda-benda sehari-hari kini kembali dibuat berkilau. Tren yang identik dengan era akhir 1990-an dan awal 2000-an ini mendapatkan napas baru dari Gen Z, yang dikenal gemar menghidupkan kembali estetika masa lalu dengan sentuhan yang lebih personal dan eksperimental.
Vogue bahkan telah mencatat kebangkitan estetika Y2K sejak 2021, termasuk penggunaan rhinestone dan tampilan high-gloss yang kembali populer di kalangan generasi muda.
Kembalinya bedazzling tidak bisa dilepaskan dari demam nostalgia 1990-an dan 2000-an. TikTok secara resmi melaporkan bahwa konten bertema nostalgia mengalami peningkatan 68% year-on-year dalam video yang dipublikasikan di Irlandia pada 2025.
Platform tersebut juga mencatat bahwa generasi baru kembali menemukan serial, musik, fashion, dan budaya pop era tersebut. Artinya, nostalgia bukan lagi sekadar mengenang masa lalu, tetapi telah menjadi bahan bakar untuk menciptakan tren baru.
Gen Z kemudian tidak sekadar menyalin gaya lama, tetapi mengubah bedazzling menjadi bentuk ekspresi diri. Jika dahulu rhinestone identik dengan jeans bootcut, baby tee, tas mungil, dan gaya selebritas pop, kini penggunaannya jauh lebih bebas.
Phone case, botol minum, aksesori rambut, makeup, kuku, bahkan benda-benda sehari-hari bisa diberi sentuhan kristal. BoF bahkan menyoroti bagaimana aksesori Gen Z seperti tube Aquaphor pun dapat dihias rhinestone dan dijadikan bagian dari gaya personal.
Menariknya, tren ini juga sejalan dengan pergeseran industri menuju fashion yang lebih personal dan ekspresif.
LaporanThe State of Fashion 2026dari McKinsey mencatat bahwa 71% konsumen mengatakan perhiasan menjadi cara untuk mengekspresikan kepribadian, sementara 75% lebih menyukai desain perhiasan yang kreatif atau unik.
Data tersebut memang tidak secara khusus mengukur bedazzling, tetapi menunjukkan adanya selera konsumen yang semakin kuat terhadap aksesori yang terasa individual, playful, dan berbeda dari gaya massal.
TikTok menjadi salah satu mesin penting yang membuat estetika semacam ini bergerak begitu cepat. Dalam laporan resminya, TikTok menyebut komunitas globalnya telah mencapai lebih dari 1 miliar orang, sementara konten fashion semakin berperan dalam penemuan tren dan inspirasi gaya.
Bahkan, sepanjang 2023, penggunaan hashtag #TikTokFashion dan #BeautyTok meningkat hingga 300% secara global.
Lingkungan seperti ini membuat tren yang sebelumnya hanya beredar di komunitas kecil dapat dengan cepat ditemukan, ditiru, dimodifikasi, lalu menyebar ke jutaan pengguna.
Kebangkitan bedazzling juga terlihat dalam dunia kecantikan. Pada 2026, gem nails dan berbagai bentuk nail art berhiaskan rhinestone kembali mendapatkan perhatian sebagai bagian dari gelombang estetika maksimalis.
Cosmopolitan melaporkan pada Agustus 2026 bahwa tren manicure berhias permata kembali populer, dengan figur seperti Dua Lipa dan Sabrina Carpenter ikut membawa tampilan berkilau tersebut ke arus utama.
Allure juga menyebut gem nails sebagai salah satu tren nail art nostalgik 2026, yang memadukan nuansa playful dengan sentuhan fashion modern.
Yang membuat comeback ini menarik adalah bedazzling sekarang tidak harus berarti “semakin banyak, semakin bagus”.
Gen Z justru bebas menentukan level kilaunya sendiri: mulai dari satu-dua rhinestone sebagai aksen hingga seluruh permukaan tas atau pakaian yang dipenuhi kristal.
Bahkan, tren body shimmer dan gemstone embellishment ikut kembali pada 2026, menandakan bahwa kilau khas Y2K sedang mengalami ekspansi dari fashion ke beauty dan personal styling.
Pada akhirnya, kembalinya bedazzling bukan sekadar tren lama yang diputar ulang. Gen Z mengambil estetika yang pernah populer dua dekade lalu, lalu mengubahnya menjadi bahasa visual baru untuk kreativitas, nostalgia, dan identitas personal.
Setelah bertahun-tahun dunia fashion dan beauty didominasi warna netral serta estetika minimalis, rhinestone menawarkan sesuatu yang berlawanan: lebih berani, playful, mencolok, dan menyenangkan.
Jadi, kalau belakangan ini sesuatu terlihat terlalu berkilau untuk disebut “biasa”, mungkin memang itulah tandanya bedazzling sudah kembali, dan kali ini Gen Z yang memegang lem serta rhinestonenya.
( fan / fan )
Komentar (0)