Anomali 414 SPPG: Rekening Ganda-Dapur Belum Operasi

Oleh Sir Arafat
Anomali 414 SPPG: Rekening Ganda-Dapur Belum Operasi

DKI Jakarta- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap temuan anomali pada ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah mengaudit ribuan rekening virtual account yang digunakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut memunculkan indikasi persoalan administrasi, mulai dari rekening ganda hingga dapur yang belum beroperasi tetapi telah tercatat menerima aliran dana.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sedikitnya 414 SPPG memiliki ketidaksesuaian antara data rekening dan kondisi operasional di lapangan. Dia menegaskan temuan itu diperoleh melalui proses verifikasi menyeluruh terhadap rekening penampungan dana yang terhubung dengan setiap dapur SPPG.

"Dalam proses pemeriksaan, ya setelah kami ada di sini kami periksa semua, setelah kami periksa ribuan-ribuan rekening ini, kami menemukan semacam anomali," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sudaryono menjelaskan pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data rekening penerima dana dari pemerintah pusat dengan kondisi faktual dapur SPPG di berbagai daerah. Dari pencocokan tersebut, BGN menemukan sejumlah rekening tetap menerima transfer meskipun dapur yang bersangkutan belum menjalankan kegiatan operasional.

Selain itu, BGN juga menemukan adanya satu dapur yang tercatat memiliki lebih dari satu rekening virtual account. Kondisi tersebut dinilai memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tata kelola administrasi dan penyaluran dana berjalan sesuai ketentuan.

"Bahwa ada saldo rekening yang terkirim dari pusat kepada rekening-rekening dapur yang dalam bentuk virtual account itu, ternyata rekening penampungan rekening dapur itu, either dapurnya itu belum beroperasi atau ada yang satu dapur punya beberapa rekening virtual account," ujarnya.

Atas temuan awal tersebut, BGN melakukan verifikasi terhadap seluruh rekening yang terindikasi bermasalah. Proses itu dilakukan untuk memastikan apakah ketidaksesuaian berasal dari kesalahan administrasi, data yang belum diperbarui, atau persoalan lain yang memerlukan tindak lanjut.

Dia mengatakan hasil verifikasi mengonfirmasi adanya 414 SPPG yang masuk dalam kategori anomali. Temuan tersebut mencakup rekening ganda, rekening yang terhubung dengan dapur yang belum beroperasi, hingga data dapur yang belum sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Jadi, oleh karenanya, setelah kami verifikasi satu per satu maka kami telah menemukan adanya 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya dapurnya enggak ada atau dapurnya belum beroperasi," tuturnya.

Temuan itu menjadi bagian dari evaluasi internal BGN terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang kini terus diperluas ke berbagai daerah. Dia menegaskan setiap indikasi ketidaksesuaian akan ditelusuri agar penyaluran anggaran tetap akuntabel, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan program.

Pengawasan Diperluas

Sudaryono mengatakan pemeriksaan tidak hanya menyasar rekening yang terindikasi bermasalah, tetapi juga mencakup seluruh jaringan dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini terus berkembang.

Menurut dia, BGN saat ini memantau sedikitnya 27.469 dapur SPPG yang telah tercatat beroperasi. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan seluruh dapur menjalankan pelayanan sesuai ketentuan sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

"Kami memonitor ada 27.469 dapur yang saat ini beroperasi. Kami sisir termasuk juga beberapa dapur yang kemarin menyampaikan aspirasi, ada yang datang ke kantor, ada yang mengirim email, dan semuanya kami cermati," ujarnya.

sir / ahm
Penulis & Editor